Friday, 11 April 2025
HomeBeritaProblematika Belajar Agama Menggunakan Penafsiran Sendiri

Problematika Belajar Agama Menggunakan Penafsiran Sendiri

Bogordaily.net – Banyak orang yang semangat belajar agama tetapi mereka kemudian menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan hukum. Problematika yang dihadapi saat ini dan terkadang justru bertentangan dengan kaidah agama.

Generasi muda di negeri ini cenderung belajar agama Islam secara otodidak akan tetapi tidak memperhatikan metodologi dalam beragama.

Hal tersebut dibahas oleh Dr. Muhammad Sofin Sugito, MA., dalam acara Islam dan Kebangsaan yang ditayangkan di akun youtube BKNP PDI Perjuangan.

Dosen UIN Sultan Hasanudin Serang Banten yang juga merupakan pendakwah tersebut menuturkan bahwa di dalam Islam, agama Islam atau keberagamaan itu haruslah didasarkan dengan ilmu.

Allah SWT sangat menekankan hal tersebut dalam firmannya ” jangan sekali-kali engkau berpendapat dan memberi keputusan tanpa dasar ilmu.”

“Berpendapat atau melakukan itu memiliki resiko karena nantinya hal tersebut akan diminta pertanggung jawaban oleh3 Allah SWT. Hal tersebut tidak dapat dilakukan tanpa dasar ilmu pengetahuan dengan menjadikan Rasullullah SAW, sebagai mercusuar atau cahaya dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Rasullullah SAW, memiliki murid, ia mewariskan ilmunya kepada muridnya tersebut, kemudian turun hingga ke para ulama,” imbuhnya dalam keterangan persnya yang dikutip dari Republika.CO.

Pengajar Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences menyampaikan bahwa dari ulama, seringkali muncul kaidah-kaidah yang disebut sebagai metodologi agar lebih mudah dipahami dan dapat dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT dengan baik.

“Dalam hadis Nabi dinyatakan bahwa Allah yang menghendaki seseorang hamba dengan kebaikan maka ia akan dipintarkan dalam majelis ilmu. Ilmu itu tidak bisa diperoleh kecuali harus belajar dengan untuk memperoleh pemahaman tentang. Karena manusia tentu tidak mungkin mempelajari sesuatu dari hal yang kosong, akan tetapi harus dari sumber informasi yakni ,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pentingnya bersanad atau berguru salah satunya adalah untuk memverifikasi informasi. Sehingga tidak ada kesalahan dalam penafsiran.

Bahkan seorang Presiden Soekarno pun kala itu juga memiliki keilmuan Islam yang jelas dari H.O.S. Cokroaminoto yang pernah berguru dengan Ki Ageng Muhammad Besari dan jika dirunut ke atas merupakan murid Ki Ageng Donopuro yang juga merupakan murid Panembahan Senopati dan seterusnya.

Bahkan dulu Bung Karno setiap ingin mengambil keputusan penting negara juga memohon saran Kyai Hasyim Asy’ari. keilmuan ini nampak kurang familiar pada generasi muda saat ini.

“Untuk mendalami makna filosofis dan hikmah dalam beribadah dan beragama, wajib hukumnya memiliki . Orang yang memiliki transfer misi keguruan itu adalah bagian dari mengokohkan ilmu agama. Kalau tidak ada transfer ilmu pengatahuan maka orang akan semaunya dalam berbicara agama,” tuturnya.

“Seperti belajar agama melalui Youtube, itu sangat dimungkinkan hanya mengetahui dasarnya saja karena terbatas dengan waktu, tema dan lain sebagainya. Keterbatasan ini sangat memungkinkan bagi yang mendengarkan akan salah paham atau paham sedikit kemudian langsung diamalkan, itu sangat berbahaya, karena sejatinya pendalaman perlu dilakukan dengan mulazamah atau bertatap muka dengan ,” sambungnya.

“Mencari yang benar rekam jejaknya dan alur bergurunya jelas hingga dahulu belajar di pondok mana, hukumnya sah dalam Islam. Kalau belajar ilmu agama secara instan maka dipastikan seseorang akan tergelincir dan tidak mendapatkan apa-apa. Oleh karena itu maka harus bersabar untuk mengikuti prosesi yang lama dalam belajar ilmu agama dengan baik dan pada  akhirnya seseorang akan dapatkan semuanya,” jelasnya.

“Boleh sebenarnya belajar agama melalui Youtube akan tetapi hal tersebut hanya belajar dasarnya saja, bukan inti, sehingga ketika ingin mendalami ilmu agama tetap harus bertemu gurumu dan pegang metodologinya, karena sesungguhnya apa yang kemudian engkau pelajari ini adalah agama, maka lihat dari siapakah engkau belajar agamamu itu,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here