4 Poin Regulasi PPKM Darurat Menurut Ketua DPRD Kota Bogor

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Advetorial · 5 Jul 2021 15:53 WIB

4 Poin Regulasi PPKM Darurat Menurut Ketua DPRD Kota Bogor


 Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyampaikan, poin regulasi PPKM Darurat harus disiapkan secara baik dan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat hingga lapisan RT.

“Kita berharap bahwa sosialisasi ini bisa sampai langsung ke setiap rumah yang ada di Kota Bogor, sehingga menjadi satu kesadaran bersama agar PPKM darurat ini bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya, yaitu menekan laju penyebaran covid-19 yang begitu tinggi saat ini,” ujar Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Sabtu 3 Juli 2021.

Atang menambahkan, terkait dengan informasi SOP untuk penanganan dan pelaksanaan isolasi mandiri (isoman).

Baca Juga  Begini Cara Dandim 0606 Kota Bogor Bujuk Warga Supaya Mau Divaksin

“Dengan penuhnya ruang perawatan di RS, banyak warga yang melakukan isoman. Perlu ada informasi SOP bagi warga yang isoman. SOP bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan warga lainnya dalam menjalani isoman. Termasuk pendampingan dari Satgas agar isoman bisa dilaksanakan secara benar dan optimal,” ucapnya.

Ketua DPD PKS Kota Bogor memaparkan, perlunya penguatan sinergi dan akselerasi di bidang kesehatan.

“Ada tiga hal krusial yang masukannya disampaikan ke DPRD. Yaitu penambahan ruang perawatan, penambahan nakes, dan penyediaan obat serta oksigen. Kebijakan yang diambil Walikota sudah mengarah kesana. Perlu langkah taktis dan cepat di level operasional,” jelasnya.

Baca Juga  Meninggal Usai Divaksin, Juita Lydia Tiwa Jadi Sorotan

Terakhir, Atang melihat penguatan wilayah yang menjadi kunci PPKM Darurat. Peran Kecamatan dan Kelurahan sangatlah sentral dan harus bisa mengarahkan RW/RT di wilayahnya.

Untuk itu, tidak ada lagi kebingungan dari RT dan RW terkait SOP yang ada. Termasuk yang krusial saat ini adalah prosedur pemulasaraan jenazah, bagi warga yang menjalani isoman dan meninggal di rumahnya.

Terlebih lagi, dirinya juga menyarankan agar vaksinasi bisa dilakukan di banyak tempat, tidak terpusat.

“Titik vaksinasi perlu diperbanyak. Agar menghindari terjadinya kerumunan saat antrian. Saya kira perlu dipikirkan apakah vaksinasi harus jemput bola ke RW atau wilayah yang memang tinggi sekali terjadi ada kasus positif aktifnya,” ujarnya.

Baca Juga  Wali Kota Bogor Meninjau Tempat Pemakaman Umum

Ia pun mengaku bahwa DPRD siap membantu pemerintah kota, TNI dan Polri dalam mensosialisasikan PPKM darurat kepada masyarakat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“DPRD siap mendorong, mendukung, dan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Pemkot dan TNI serta Polri kita kuatkan sampai satu bulan kedepan untuk menghadapi ini semua,” pungkasnya.Adv

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Konsisten, Positivity Rate Selalu di Bawah Dua Persen

22 September 2021 - 23:05 WIB

Konsisten

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

22 September 2021 - 21:20 WIB

AMSI

Pemkot Bogor Lakukan Uji Coba untuk Membuka Kembali Objek Wisata

22 September 2021 - 19:35 WIB

Objek

Ciptakan Kondisi Lebih Nyaman, Perumda Tirta Pakuan Gelar Lomba Kebersihan Antar Departemen

22 September 2021 - 19:06 WIB

Perumda Tirta Pakuan

Unik, Sahib Khan Tinjau Sentra Vaksinasi Nuansa Sunda di Mekarwangi

22 September 2021 - 17:43 WIB

Nuansa

Tayangkan ‘Kuda Poni’ Live Bugil Hingga Masturbasi, Mango Live Terancam Pemutusan Akses

22 September 2021 - 17:38 WIB

Kuda Poni
Trending di Headline