Astaga..Pengadilan Uni Eropa Izinkan Perusahaan Larang Karyawannya Pakai Jilbab

Menu

Mode Gelap
Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya! Harga Emas Antam Masih Rp 989.0000 Hari Ini Mediasi Pertama, Angga Wijaya Tetap Ingin Bercerai dengan Dewi Perssik Tepok Bulu Vindes 2022: Hesti-Erika Menang Lawan Raisa-Anya Geraldine Pemerintah Perpanjang PPKM di Luar Jawa-Bali Sampai 1 Agustus

Headline ยท 16 Jul 2021 18:26 WIB

Astaga..Pengadilan Uni Eropa Izinkan Perusahaan Larang Karyawannya Pakai Jilbab


 Astaga..Pengadilan Uni Eropa Izinkan Perusahaan Larang Karyawannya Pakai Jilbab Perbesar

Bogordaily.net – Pengadilan Uni Eropa mengizinkan perusahaan-perusahaan melarang karyawan mengenakan jilbab. Aturan ini bisa diberlakukan dalam kondisi tertentu yaitu ketika perusahaan perlu menunjukkan netralitas kepada pelanggan.

Pengadilan Uni Eropa (CJEU) yang berbasis di Luksemburg memutuskan kasus yang diajukan oleh dua wanita Muslim di Jerman. Sebelumnya kedua wanita ini diskors dari pekerjaan mereka karena mengenakan jilbab.

Jilbab telah membuat Eropa terpecah selama bertahun-tahun. Kasus diajukan oleh seorang penjaga berkebutuhan khusus di sebuah pusat penitipan anak di Hamburg dan seorang kasir di toko obat Mueller. Semula keduanya tak mengenakan jilbab saat bekerja. Namun setelah kembali dari cuti, mereka memutuskan berjilbab.

Perusahaan telah memberi tahu mereka bahwa tidak diperkenankan menggunakan jilbab. Keduanya telah diskors dan diminta memilih, tetap bekerja tanpa jilbab atau mencari pekerjaan baru.

Pengadilan harus memutuskan apakah pelarangan jilbab di tempat kerja merupakan pelanggaran terhadap kebebasan beragama, atau kebebasan berbisnis dan menampilkan citra netralitas kepada pelanggan.

Namun pengadilan Uni Eropa memutuskan bahwa larangan berjilbab dibenarkan berdasarkan kebutuhan perusahaan untuk menampilkan citra netral.

“Larangan mengenakan segala bentuk ekspresi keyakinan politik, filosofis atau agama di tempat kerja dapat dibenarkan untuk menghadirkan citra netral terhadap pelanggan atau mencegah perselisihan sosial,” kata pengadilan.

Selain jilbab, pegawai di pusat perawatan juga dilarang menggunakan simbol agama lain. Perusahaan pernah meminta karyawan mencopot tanda salib.***

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Penembakan Massal di AS, 6 Warga Chicago Tewas

5 Juli 2022 - 18:58 WIB

Makhluk Misterius Seperti Orc Ditemukan Terdampar di Pantai

5 Juli 2022 - 16:37 WIB

Lokasi Diduga Kuburan Massal Ditemukan Misi PBB

5 Juli 2022 - 16:36 WIB

Demo Pemerintah Uzbekistan Membara, 18 Orang Tewas, 243 Luka, 516 Ditangkap

5 Juli 2022 - 10:38 WIB

Paus Fransiskus Bantah Rumor Pengunduran Diri

5 Juli 2022 - 08:39 WIB

Paus Fransiskus

Tak Sengaja Makan Kue Ganja, Bocah 3 Tahun Dibawa ke Rumah Sakit

4 Juli 2022 - 23:43 WIB

Trending di Internasional