Monday, 22 April 2024
HomeBeritaPertama di Indonesia, D-IV Nanoteknologi Pangan Hadir di Politeknik AKA Bogor

Pertama di Indonesia, D-IV Nanoteknologi Pangan Hadir di Politeknik AKA Bogor

Bogordaily.net – Tahun ini, membuka program studi D-IV Nanoteknologi Pangan, merupakan program studi bidang nanoteknologi terapan khususnya industri pangan, sesuai SK Kemendikbud No 105/D/OT/2021.

merupakan perguruan tinggi vokasi industri di lingkungan Kementerian Perindustrian, terdepan dalam terapan analisis kimia.

Bidang nanoteknologi pangan merupakan bidang yang sangat prospektif, karena memberikan alternatif baru dalam menghasilkan produk pangan yang berdaya saing tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur AKA Bogor, Henny Rochaeny, M.Pd saat dihubungi Bogordaily.net.

“Nanoteknologi dalam bidang pangan dapat diaplikasikan untuk memperbaiki sifat fisika dan kimia seperti tekstur, rasa, warna, kelarutan, stabilitas, umur simpan, kandungan nutrisi, bioavailabilitas serta meningkatkan keamanan dan penjaminan mutu pangan, melalui pengembangan nanosensor untuk mendeteksi kerusakan pangan,” ucapnya, Selasa 27 Juli 2021.

Lanjutnya, program studi D-IV Nanoteknologi Pangan merupakan program studi sarjana terapan, dengan masa studi selama 4 tahun atau 8 semester, dengan beban 144 SKS terdiri dari 60% praktik dan 40% teori.

“Mahasiswa program studi ini akan dibekali dengan 5 keahlian mengenai yakni, Teknik sintesis nanomaterial, Teknik pengujian sifat fisika dan kimia, Teknik preparasi nanoemulsi, Teknik pengembangan nanosensor, dan Teknik pembuatan kemasan pangan berbasis nanomaterial,” tambahnya.

Berikut adalah penjelasan lebih detailnya:

1. Teknik sintesis nanomaterial, baik nanomaterial logam, polimer, nanomaterial dari bahan alam seperti ekstrak tanaman dan buah-buahan maupun bahan alam untuk kesehatan dan kosmetik seperti nanokitosan, nanopropolis, dan nanospirulina.

2. Teknik pengujian sifat fisika dan kimia serta pengujian berbagai aktivitas seperti antioksidan dan antimikrob dari suatu nanomaterial yang diaplikasikan ke bidang pangan.

3. Teknik preparasi nanoemulsi untuk enkapsulasi bahan aktif seperti suplemen, nutraceutical, obat-obatan, untuk meningkatkan keterserapan dan mengatur proses pelepasannya dalam tubuh.

4. Teknik pengembangan nanosensor untuk keamanan dan penjaminan mutu pangan, untuk mendeteksi bakteri patogen atau kontaminan dalam produk pangan, rasa maupun bau, misalnya dengan electronic nose.

5. Teknik pembuatan kemasan pangan berbasis nanomaterial yang tergolong kemasan aktif, yaitu kemasan pangan yang memiliki sifat tambahan seperti antioksidan dan antimikrob serta kemasan cerdas, yaitu kemasan yang menggunakan devices seperti bar code, indikator waktu-suhu, indikator gas.

Seperti yang dikatakan Pembantu Direktur 1 Hanafi, M.Si, di bawah Kemenperin, memiliki ciri khas, yang berbeda dari kampus lainnya.

“Program studi disini memiliki ke-khas-an, ada Analisis Kimia, Penjaminan Mutu Industri Pangan, Pengolahan Limbah Industri, sekarang D-IV Nanoteknologi Pangan ,” papar Hanafi.

Untuk angkatan pertama, hanya menerima 25 sampai 30 mahasiswa untuk D-IV Nanoteknologi Pangan.

“Di hari kedua ini sampai hari Selasa 27 Juli 2021, baru ada 13 mahasiswa yang mendaftar, jadi jangan sampai telat atau kehabisan kuota,” ujarnya.

Sambungnya, lulusan D-IV Nanoteknologi Pangan akan mendapatkan gelar S.Si.T (Sarjana Sains Terapan).

“Setelah lulus, para alumni mampu melakukan perancangan produk pangan berbasis nano dan kemasan nanomaterial maupun mengaplikasikan nanoteknologi untuk menghasilkan prototype, prosedur baku, spesifikasi teknis dan desain dari proses pengolahan dan penjaminan mutu pangan sesuai standar industri, standar kesehatan, keamanan, kehalalan dan ramah lingkungan, pada industri pangan minimum skala menengah,” jelasnya.

Kemudian, lulusan D-IV Nanoteknologi Pangan dapat bekerja di berbagai industri pangan yang sudah memiliki basic nano.

“Para lulusan disini dapat bekerja di industri kemasan pangan, industri suplemen nanoherbal, industri pengolahan pangan, dan industri pengembang sensor untuk produk pangan,” kata Hanafi.

Nantinya alumni bisa menjabat atau bekerja di peran di masyarakat sebagai R&D formulator, R&D method development, juga Section Head/Assistant Manager/Junior Manager.

Pada tahun akademik 2021/2022 membuka Pendaftaran bagi calon mahasiswa untuk kuliah di Program studi D4 Nano teknologi Pangan.

Untuk link pendaftaran :
pmb.aka.ac.id

Link ujian online :
Jarvis.kemenperin.go.id

Link informasi web :
bit.ly/D4_Nanotek_AKA

Sebagai informasi, khusus menerima pendaftar dari SMU/SMK/MA, kemudian jurusan IPA/Sederajat.

Untuk sementara, belum bisa menerima ekstensi dari D3 ke D-IV, dan hanya menerima dari tingkat 1.

Jadwal Pendaftaran: 26 Juli-26 Agustus 2021

Jadwal Seleksi Online: 28 Agustus 2021

Pengumuman Hasil Seleksi: 31 Agustus 2021

Pendaftaran Ulang: 1-10 September 2021

Selama pandemi Covid-19 dan PPKM ini, pembelajaran akan dimulai secara online.

“Jika PPKM masih berlanjut, perkuliahan akan dilaksanakan secara online, tapi jika sudah selesai PPKM, kegiatan praktik akan dibagi beberapa gelombang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Hanafi.

Yuk, gabung menjadi angkatan , dengan D-IV Nanoteknologi Pangan di .

Untuk lebih jelasnya, ikuti Talkshow “Mengenal Lebih Dekat D-IV Nanoteknologi Pangan di Politeknik AKA Bogor” pada tanggal 4 Agustus 2021.

Talkshow ini menghadirkan narasumber dari industri untuk mengenal lebih lanjut Nanoteknologi Pangan dan bisa diikuti untuk umum. Bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan doorprize dari Politeknik AKA Bogor.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here