Bogordaily.net – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hampir 1,5 tahun sudah berjalan hingga saat ini. Tentu hal itu tidak sedikit banyak orang tua siswa yang mengeluh dengan masih dilakukan PJJ.
Seperti salah seorang orang tua Siswadi Desa Petir, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, ia mengaku hampir setiap hari membimbing kedua anaknya Quensi (11) kelas 6 SD dan Abizal (8) kelas 2 SD.
Kondisi PJJ dikatakan tentu tidak maksimal, karena banyak kendala apalagi dirinya yang tinggal jauh dari perkotaan selain kendala signal, kuota juga cepat habis.
“Apalagi kuota karena setiap pembelajaran itu harus bikin video dan hasil belajar itu dikirim via WhatsApp apalagi anak saya dua itu beda beda grupnya,”kata Dewi Rabu 28 Juli 2021.
Dewi menambahkan selama 1,5 tahun untuk tugas sekolah juga itu diberikan pihak sekolah melalui grup orang tua siswa.
“Untuk tugas sekolah itu diberikan guru melaui Grup WhatsApp,”katanya.
Ia pun berharap segera berakhir karena banyak orang tua siswa lain juga banyak yang mengeluh dan menanyakan, kapan pembelajaran tatap muka segera dimulai.
“Banyak orang tua siswa juga yang menanyakan kapan belajar tatap muka, tapi pihak sekolah juga hanya bisa pasrah karena bilangnya ini sudah aturan pemerintah,” pungkasnya.***