Bogordaily.net – Hari ini, 12 Tahun lalu, tepatnya pada Jum’at 17 Juli 2009, pukul 07:45 WIB hingga pukul 07:57 WIB, terjadi ledakan dahsyat di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Peristiwa ini kemudian disebut Bom Jakarta 2009. Akibat pemboman itu 9 orang meninggal dan 50 orang lebih luka-luka.
Pemboman ini terjadi sembilan hari sesudah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2009, di mana pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono memenangkan pemilihan.
JW Warrot merupakan salah satu jaringan hotel terbesar di dunia yang didirikan John Willard Marriott Sr. Dia membuka hotel ini pertama kali di Washington, Amerika Serikat. Karena dinilai menjadi salah satu lambang supremasi Amerika Serikat di seluruh dunia, hotel JW Marriot sering dijadikan sasaran pemboman terorisme.
Tidak lama setelah ledakan, Polri mengumumkan identitas kedua pelaku bom bunuh diri, yaitu Dani Dwi Permana remaja berusia 18 tahun Jalan Candraloka, RT06/RW10, Perumahan Telaga Kahuripan, Kabupaten Bogor dan Nana Ikhwan Maulana asal Pandeglang.
Polisi mengaku mendeteksi ada 11 orang yang diduga terlibat dalam pengeboman tersebut, termasuk Noordin M Top sebagai otak pelaku utama dan Ibrohim sebagai orang dalam di Hotel Ritz-Carlton yang menyelundupkan bom ke dalam hotel.
Terungkap Dani dikenal sebagai murid yang berprestasi, tidak hanya bidang akademis tapi juga di bidang lain.
Dani dikenal sebagai anak baik. Dia sering menghabiskan waktunya berkegiatan menjadi marbot masjid, tidak jauh dari rumahnya di Jalan Candraloka, RT06/RW10, Perumahan Telaga Kahuripan, Kabupaten Bogor. Polisi mengungkap Dani menjadi salah seorang pelaku bom bunuh diri pada peristiwa mengenaskan itu ***