Heboh, Vaksin Nusantara Diakui Dunia. Penelitinya Angkat Bicara

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Headline ยท 24 Jul 2021 12:20 WIB

Heboh, Vaksin Nusantara Diakui Dunia. Penelitinya Angkat Bicara


 Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menjelaskan tentang vaksin Nusantara di hadapan Anggota DPR RI.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menjelaskan tentang vaksin Nusantara di hadapan Anggota DPR RI.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Peneliti utama vaksin dendritik Nusantara, Johnny, angkat bicara soal heboh vaksin Nusantara diakui dunia. Ia menjelaskan maksud dari vaksin Nusantara diakui dunia bukan berarti sudah mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Bukan diakui dunia seperti disetujui WHO, itu sudah di-publish di jurnal PubMed kan, jurnal internasional. Artinya, sudah dilirik dunialah,” demikian jelas Johnny, Sabtu 24 Juli 2021.

Ia sekaligus menegaskan artikel di jurnal internasional PubMed berjudul ‘Dendritic cell vaccine immunotherapy; the beginning of the end of cancer and COVID-19’ bukan laporan terkait uji klinis vaksin COVID-19 dendritik. Artikel itu merupakan sebuah hipotesis teknologi dendritik untuk vaksin COVID-19.

Baca Juga  Terawan Nyatakan Vaksin Nusantara Dapat Selesaikan Pandemi Covid-19

Lebih lanjut, Johnny menyebut sikap para peneliti hingga kini tetap mematuhi nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga TNI AD. Artinya, para peneliti vaksin Nusantara tidak bisa melanjutkan uji klinis ke fase III selama masih ada MoU tersebut.

“Kan sesuai MoU (nota kesepahaman) itu, kami masih menunggu. Kami nggak bisa lanjut ke fase tiga,” kata dia.

Seperti diketahui, vaksin Nusantara kini ditetapkan menjadi penelitian berbasis pelayanan. Namun, di luar itu, Johnny mengklaim uji klinis fase II vaksin Nusantara yang sudah dilaksanakan sebelum munculnya MoU menunjukkan hasil yang baik.

Baca Juga  Penggunaan Indikator WHO pada Perpanjangan PPKM Level 4

“Soal kejadian tidak diinginkan (KTD) itu kita semua yang dilaporkan derajat ringan, malah jauh lebih ringan dibandingkan vaksin COVID-19 lain,” sambungnya.

Adapun KTD yang semula dilaporkan dalam hasil uji fase II adalah seperti berikut.

Pegal: 17 orang
Memar: 3 orang
Kemerahan: 3 orang
Gatal: 1 orang

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mengoles ‘Essential Oil’ Hingga Minyak Kayu Putih Pada Masker, Bolehkah?

22 September 2021 - 23:18 WIB

Masker

Konsisten, Positivity Rate Selalu di Bawah Dua Persen

22 September 2021 - 23:05 WIB

Konsisten

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

22 September 2021 - 21:20 WIB

AMSI

Tayangkan ‘Kuda Poni’ Live Bugil Hingga Masturbasi, Mango Live Terancam Pemutusan Akses

22 September 2021 - 17:38 WIB

Kuda Poni

DLH Ngaku Dilema untuk Menaikkan Biaya Retribusi Sampah

22 September 2021 - 16:10 WIB

Singkirkan Ronaldo dan Messi, Lewandowski Raih Sepatu Emas

22 September 2021 - 15:41 WIB

Trending di Headline