Thursday, 3 April 2025
HomeBeritaIde Cemerlang, Master Dadang Sulap Magot Jadi Arang

Ide Cemerlang, Master Dadang Sulap Magot Jadi Arang

Bogordaily.net – Demi mengurangi , Ketua RW 03, Dadang Sutarsa mempunyai ide cemerlang, menjadikan magot jadi arang, di Bank Siliwangi, Kelurahan Sukasari, RT 07/RW 03, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Dadang menyampaikan, alasan budidaya magot karena melihat banyaknya .

“Awalnya kelompok Bank Siliwangi, melihat debit organik yang begitu banyak. Dan berfikir bagaimana mengurangi penguraian, atau pembuangan ke Tempat Pembuangan (TPS),” kata Ketua RW 03, Dadang Sutarsa kepada Bogordaily.net, Senin 12 Juli 2021.

Lanjutnya, melihat banyak warga yang sering membuang sembarangan, juga karna di wilayah RW 03 banyak sekali debit organik dan anorganik, Dadang akhirnya membudidayakan magot.

Tak sampai disitu, melihat banyaknya bekas makanan magot, lalu Dandang mencoba mengaplikasi magot menjadi arang atau briket.

Jadi arang
Ketua RW03, Dadang saat memperlihatkan arang berbahan magot di Bank Siliwangi, Kelurahan Sukasari, RT 07/RW 03, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. (Ibnugalansa/Bogordaily.net)

“Untuk bahannya sisa-sisa magot, campurannya terdiri dari bekas magot. Misalkan 1 kilogram magot bisa dijadikan arang 1 kilogram. Jadi perbandingannya 1:1 dengan campuran lem perekat,” ujarnya.

Dadang menuturkan, untuk sekarang bank siliwangi memproduksi arang dari bahan magot, sehari hanya 2 kilogram karena masih tahap percobaan.

“Kedepannya, nanti saya ingin mengaplikasikan magot jadi arang ini menjadi pengharum ruangan dan dupa,” ucapnya.

Untuk produksi arang magot, Dadang menyampaikan, kendalanya dari pemasaran. Ia memohon kepada Dinas-dinas terkait untuk mensupport bank sampah Siliwangi dalam hal pemasarannya. Lalu, kendala kedua mengenai peralatan.

“Karena kami mengolah arang berbahan magot masih manual, seperti bahan-bahan di aduk menggunakan tangan dimana seharusnya memakai mesin,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Dadang, mengayak bahan arang berbahan magot masih manual, dan alat pencetak arang pun dengan menggunakan kekuatan tenaga.

Dadang berharap, dengan adanya inovasi baru ini bisa mengurangi sampah. Sebetulnya sampah itu berkah, bisa di manfaatkan menjadi nilai ekonomis.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here