Ketua BEM UI Leon Alvinda Tuntut Pencabutan PP Statuta UI

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Headline ยท 24 Jul 2021 19:14 WIB

Ketua BEM UI Leon Alvinda Tuntut Pencabutan PP Statuta UI


 Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra Perbesar

Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra

Bogordaily.net – Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra, bersuara soal kebijakan Presiden Jokowi dalam mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI).

BEM UI sepakat untuk menuntut pencabutan PP Statuta UI yang dapat meloloskan Rektor UI merangkap jabatan komisaris BUMN tersebut. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat di UI menuntut pencabutan ini.

“Kita bersama-sama mendorong pencabutan statuta ini, jika akan direvisi harus melibatkan seluruh stakeholders UI,” tuturnya dalam diskusi virtual, Sabtu 24 Juli 2021

Baca Juga  Ketua BEM UI Tolak Ajakan Jokowi Tengok Suku Asmat

Selain dinilai tidak mencerminkan nilai UI, penyusunan kebijakan itu sama sekali tidak melibatkan mahasiswa. Padahal, statuta tersebut juga mengatur kepentingan mahasiswa dan keberlangsungan pendidikan di Indonesia.

“Terkait rangkap jabatan jelas, tidak boleh ada rangkapan jabatan oleh rektor, bukan justru hanya diganti jadi direksi. Lalu kami ingin hak mahasiwa untuk bisa dapat akses informasi, misalkan kenaikan biaya UKT karena kami lihat sering ada kenaikan yang tiba-tiba dan tidak melibatkan mahasiswa,” jelasnya.

Kajian rekomendasi yang dibuat oleh BEM UI itu hanya menjadi angin lalu bagi penyusun dan pengesah PP Statuta UI tersebut. Hingga PP Statuta UI disahkan BEM UI tidak diberikan pemberitahuan apa pun.

Baca Juga  Ketua BEM UI Tolak Ajakan Jokowi Tengok Suku Asmat

“Terakhir kabar itu dari MWA (Majelis Wali Amanat) unsur mahasiswa pada tanggal 23 September 2020, kami memberikan syarat ini beserta kajiannya, setelah itu tidak ada kabar sampai ada PP nya keluar,” tuturnya.

Leon menyebut, PP Statuta UI berpotensi menjadi langkah awal mengobrak-abrik kampus di Indonesia.

“Jika ini dibiarkan, universitas-universitas PTN lain di Indonesia tinggal siap-siap menunggu waktu statuta nya diobrak-abrik seperti ini,” tuturnya.***

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan Musim

22 September 2021 - 23:30 WIB

Peralihan

Konsisten, Positivity Rate Selalu di Bawah Dua Persen

22 September 2021 - 23:05 WIB

Konsisten

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

22 September 2021 - 21:20 WIB

AMSI

MenKopUKM Siap Penuhi Tuntutan Asosiasi UMKM Agar Usaha Terus Bergerak

22 September 2021 - 20:57 WIB

Asosiasi

Tasikmalaya Masih di Level 3, Covid-19 Sudah Melandai

22 September 2021 - 20:09 WIB

Tasikmalaya

Ribuan Atap Pabrik di Jabar Diwajibkan Memakai Panel Surya

22 September 2021 - 19:16 WIB

atap
Trending di Nasional