Lahan Cagar Budaya Dijual, Anggota DPRD Ruhiyat: Sangat Menyayangkan

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Advetorial · 2 Jul 2021 19:32 WIB

Ruhiyat Sujana Sayangkan Lahan Cagar Budaya Dijual


 Petugas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bogor saat mengunjungi lahan Cagar Bidaya peninggalan Belanda yang ada di Desa Sibanteng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor Perbesar

Petugas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bogor saat mengunjungi lahan Cagar Bidaya peninggalan Belanda yang ada di Desa Sibanteng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana menyayangkan adanya lahan Cagar Budaya peninggalan Belanda yang diduga dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya lahan di Kampung Pilar, Desa Cibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor itu, dijual ke pihak sekolah MTSN 2 Leuwisadeng.

“Saya sangat menyayangkan ada penjualan terkait aset tersebut, saat saya konfirmasi sebenarnya itu kan sudah masuk kepada data base situs dari¬† Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berarti kan ini kecolongan,” tegas Ruhiyat Sujana Jumat 2 Juli 2021.

Ruhiyat menambahkan, seharusnya ketika itu sudah menjadi aset kemudian dijaga dan dirawat. Atas kejadian itu berarti bentuk perawatan dan penjagaannya memang mungkin tidak dilakukan, sehingga ini terjadi jual beli.

Dan juga Ruhiyat mengatakan, seharusnya Disbudpar bersama-sama dengan instansi terkait yang pertama dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor berkomunikasi bersama menjadi fasilitator.

“Agar persoalan jula beli lahan aset cagar budaya itu bisa segera diselesaikan. Kan tidak hanya cukup dari Aset (BPKAD) saja yang turun harusnya Disbudpar juga turun dan Disdik juga turun bareng-bareng selesaikan,” katanya.

Lebih lanjut kata Ruhiyat, selama ini Disbudpar berbicara program yang didengungkan oleh Bupati Bogor terkait sport and tourism.

Tentu dengan adanya kejadian itu tidak ditangkap secara optimal oleh Disbudpar, bagaimana hari ini terkait wisata, lalu kolaborasi dengan seni dan budaya dan lain sebagainya belum maksimal.

“Sehingga tidak ada kreatifitas membuat program, terlihatnya dari membuat programnya yang tidak terlihat,” ucapnya.

Ruhiyat menegaskan, atas kejadian itu pertama yang dipertanyakan adalah soal Data Base, kemudian bukan hanya soal di data saja, tetapi harus dijaga dan dirawat, sehingga nantinya bermuara kepada program.

“Kalau kami sebagai Komisi IV ketika berbicara budaya dan pendidikan yang menjadi leading, kami juga akan mendorong apalagi misalnya sport and tourism antara wisata,” tegasnya.

Dengan kolaborasi dinas pariwisata menggabungkan antara kesenian budaya dan pariwisata, dirinya menyakini arah peningkatan ekonomi akan terbangun.

“Bagaimana kita mau berbicara ekonominya, perilindungan terhadap kesenian, budaya dan pariwisatanya saja masih dipertanyakan,” pungkasnya. Adv

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

10 Agustus 2022 - 07:26 WIB

Ferdy Sambo

TP-PKK Kabupaten Bogor Kembali Turun Ke Desa Lakukan Monev Lomba

10 Agustus 2022 - 07:09 WIB

monev

Plt. Bupati Bogor Serahkan Asuransi AUTP, KUR, dan RJIT Kepada Petani di Cariu

10 Agustus 2022 - 05:51 WIB

AUTP

Soal Kesaksian di Kasus Ade Yasin, Pengamat: Ihsan Diduga Korban Pemerasan BPK

9 Agustus 2022 - 19:24 WIB

Bis MGI Terbakar di Tol Ciawi, Ini Penjelasan Damkar

9 Agustus 2022 - 19:19 WIB

Bus terbakar

Menjunjung Nilai Spiritual di Seren Taun Kasepuhan Malasari

9 Agustus 2022 - 14:25 WIB

Trending di Kabupaten Bogor