Miris! Nasib Pengusaha Restoran di Masa Pandemi, Bisa Bertahan dengan Menjual Mobil hingga Piring

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Ekonomi · 23 Jul 2021 15:13 WIB

Miris! Nasib Pengusaha Restoran di Masa Pandemi, Bisa Bertahan dengan Menjual Mobil hingga Piring


 Kondisi restoran di salah satu pusat perbelanjaan terliat sepi. Kondisi tersebut akibat dari pandemi Covid-19.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Kondisi restoran di salah satu pusat perbelanjaan terliat sepi. Kondisi tersebut akibat dari pandemi Covid-19.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kondisi pandemi Covid-19 membuat pengusaha restoran jatuh bangun, mereka melakukan segala cara untuk bisa bertahan, mulai dengan memangkas karyawan hingga menjual aset.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran, Emil Arifin mengatakan.”Satu setengah tahun, kami hanya mengendalikan kerugian. Pinjam bank, bank tidak kasih, mau minta siapa lagi? Jadi jual mobil, jual ini,” ujarnya.

Menurutnya, penjualan aset pribadi untuk mempertahankan restoran banyak dilakukan pengusaha agar tetap bisa menjalankan roda bisnisnya.

Baca Juga  PHRI Protes PP Nomor 56 Tahun 2021

“Misalnya dia ada enam cabang, dia tutup empat cabang. Alat-alat dapurnya bisa dijualin untuk biaya operasional restoran lainnya, mobil dijual, furniturenya dijual, piring-piringnya dijualin,” tuturnya.

Selain menjual aset, kata Emil, pengusaha restoran juga terpaksa memangkas jumlah karyawannya, yang awalnya 20 orang menjadi enam orang.

“Jadi kami sudah pencak sikat abis. Kami sepakat basmi Covid-19, cuman caranya ini harus gas dan rem. Pemerintah sudah katakan kita hidup bersama Covid, tapi selama ini rem terus, rem lima kali gasnya sekali, lama-lama mati kalau begitu,” tuturnya.

Baca Juga  PHRI Janji Tampung PKL Puncak, Satu Hotel 2 Pedagang

Emil pun menyayangkan sikap pemerintah yang tidak mengajak diskusi pelaku usaha restoran dalam menjalankan kebijakan pembatasan pergerakan orang seperti PSBB maupun PPKM.

“Persoalannya bukan diperpanjang PPKM atau tidak, tapi soal kepastian. Sekarang dibuka kami siap, tapi nanti tiba-tiba disuruh tutup, ini sudah 12 kali PSBB ataupun PPKM,” papar Emil.***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan Musim

22 September 2021 - 23:30 WIB

Peralihan

Demi Gerakkan Ekonomi Warga, Ribuan Paket Bantuan Disalurkan

22 September 2021 - 23:29 WIB

Konsisten, Positivity Rate Selalu di Bawah Dua Persen

22 September 2021 - 23:05 WIB

Konsisten

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

22 September 2021 - 21:20 WIB

AMSI

MenKopUKM Siap Penuhi Tuntutan Asosiasi UMKM Agar Usaha Terus Bergerak

22 September 2021 - 20:57 WIB

Asosiasi

Erick Ubah Strategi Antara Sucofindo dan Surveyor

22 September 2021 - 20:20 WIB

Erick
Trending di Ekonomi