PPKM Darurat Diperpanjang, Pengusaha Pusing Tujuh Keliling

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Ekonomi ยท 17 Jul 2021 12:24 WIB

PPKM Darurat Diperpanjang, Pengusaha Pusing Tujuh Keliling


 Salah satu cafe terlihat sepi pengunjung. Akibat perpanjangan PPKM Darurat hingga akhir Juli, para pengusaha pusing tujuh keliling.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Salah satu cafe terlihat sepi pengunjung. Akibat perpanjangan PPKM Darurat hingga akhir Juli, para pengusaha pusing tujuh keliling.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – PPKM Darurat diperpanjang sampai akhir Juli. Pengumuman itu datang langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Menanggapi kabar tersebut, Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan hal itu akan memberatkan kondisi pelaku usaha karena harus memutar otak agar mampu bertahan.

“Dan membuat sekarat arus kasnya,pasti akan pusing tujuh keliling memikirkan agar mampu untuk bertahan,” kata Sarman Simanjorang, Sabti 17 Juli 2021.

Namun, Sarman mengatakan saat ini masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah mengenai PPKM Darurat diperpanjang tepatnya tanggal berapa. Jika diperpanjang, dia berharap pengusaha masih kuat dan tidak melakukan rasionalisasi dalam bentuk PHK.

Baca Juga  Gelar Rapat Evaluasi, Ridwan Kamil: Seluruh Jabar Lakukan PPKM Darurat!

“Kalau misalnya hanya sampai akhir bulan berarti diperpanjang hanya 10 hari dari batas waktu PPKM darurat yang ditetapkan pemerintah yaitu tanggal 20 Juli.Tentu kalau sampai akhir bulan mungkin pengusaha akan mulai hitung ulang daya tahan dari sisi arus kasnya. Apakah masih mampu bertahan sampai akhir bulan,” kata dia.

Untuk itu Sarman juga menagih stimulus dari pemerintah, khususnya usaha sektor non esensial dan kritikal. Karena menurutnya, imbas dari PPKM Darurat diperpanjang pelaku usaha itu tidak akan mendapatkan pemasukan sama sekali.

Baca Juga  Pastikan Tidak Melanggar PPKM Darurat, Ade Yasin Monitoring Kawasan Wisata Puncak

“Bisa dibayangkan nggak ada omzet, nggak ada profit atau pemasukan sedangkan biaya operasional harus tetap dikeluarkan,ya untuk pelaku UMKM pasti cash flow nya sekarat. Berarti satu bulan tutup total nggak ada pemasukan,artinya antara pemasukan dan pengeluaran sangat jomplang jauh tidak seimbang,” imbuhnya.

Meski demikian, Sarman mengakui keputusan itu menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil pemerintah, mengingat kasus Covid-19 di Indonesia sudah menginjak angka 50 ribu kasus. Sarman mengungkap pengusaha juga tidak punya pilihan lain selain mentaati aturan tersebut.

Baca Juga  PKL di Jalan Tegar Beriman Cibinong Menjerit Akibat PPKM

“Kita menyadari bahwa angka kasus Covid masih tinggi di angka 50 ribuan, artinya memang nggak ada pilihan pemerintah selain dari memperpanjang PPKM Darurat ini. Harapan kita tentu agar selama PPKM darurat ini mampu mengendalikan dan menekan laju kasus Covid-19 ke titik paling rendah,” tandasnya.***

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan Musim

22 September 2021 - 23:30 WIB

Peralihan

Demi Gerakkan Ekonomi Warga, Ribuan Paket Bantuan Disalurkan

22 September 2021 - 23:29 WIB

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

22 September 2021 - 21:20 WIB

AMSI

MenKopUKM Siap Penuhi Tuntutan Asosiasi UMKM Agar Usaha Terus Bergerak

22 September 2021 - 20:57 WIB

Asosiasi

Erick Ubah Strategi Antara Sucofindo dan Surveyor

22 September 2021 - 20:20 WIB

Erick

Tasikmalaya Masih di Level 3, Covid-19 Sudah Melandai

22 September 2021 - 20:09 WIB

Tasikmalaya
Trending di Nasional