Sssttt...Wali Kota Bogor Sebut Ada 2% Warganya yang Ketiban Untung Saat Pandemi

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Headline · 15 Jul 2021 12:36 WIB

Sssttt…Wali Kota Bogor Sebut Ada 2% Warganya yang Ketiban Untung Saat Pandemi


 Investor Daily Summit 2021
Walikota Bogor DR H Bima Arya Sugiarto, menjadi pembicara sesi 7 ’Memacu Pariwisata, Membangun Ekonomi Daerah’, saat forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, Kamis (15/7/2021). Investor Daily Summit 2021 tahun ini mengangkat tema “Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan,” sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza Perbesar

Investor Daily Summit 2021 Walikota Bogor DR H Bima Arya Sugiarto, menjadi pembicara sesi 7 ’Memacu Pariwisata, Membangun Ekonomi Daerah’, saat forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, Kamis (15/7/2021). Investor Daily Summit 2021 tahun ini mengangkat tema “Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan,” sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

BOGORDAILY Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui sebanyak 42% warganya menganggur dan berhenti bekerja (PHK) saat masa pandemi Covid-19. Angka tersebut diambil berdasarkan survei yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam dua bulan terakhir. Kendati demikian, ada sekitar 2% warganya yang di masa pandemi ini penghasilnya ini naik hingga 300%.

“Mereka yang bergerak dalam bidang kesehatan, olahraga, sayur mayur, buah-buahan, dan dekorasi rumah yang penghasilannya naik hingga 300%,” ungkap Bima Arya dalam dalam acara Investor Daily Summit 2021, yang disiarkan secara daring, Kamis 15 Juli 2021.

Baca Juga  Waduh, Akun Facebook Bima Arya Diretas

Sementara itu, lanjut Bima, bila dibedah dari 42% warganya yang menganggur dan berhenti bekerja (PHK) itu, dari sisi profesi pekerjaan adalah buruh, sopir, atau pekerja jasa yang terdampak dengan menurunnya sektor hotel, restoran, atau tempat wisata. Sektor lainnya disumbang dari pekerja toko, pedagang kaki lima, hingga pekerja swasta.

“Sebagian besar kondisinya sama, mulai dari beberapa kebijakan PSBB. Ada juga sempat menganggur dan bekerja kembali, juga ada yang sempat menganggur dan pindah tempat kerja,” papar Bima.

Baca Juga  Polres Bogor Ringkus 14 Tersangka Kasus Narkoba

Dari data survey, Lanjut Bima, hampir seluruh responden juga mengalami penurunan penghasilan. Sebagian besar atau 35% mengatakan penghasilan turun tidak dari setengahnya, 33% turun dari setengahnya, 22% sama dengan kondisi sebelumnya. Namun terdapat 2% warganya yang mengalami lonjakan pendapatan hingga 300%.

Untuk itu, Pemkot Bogor saat ini tengah mengembangkan atau terus memacu pengembangan dari sektor-sektor potensial dengan menggandeng beberapa dinas, PHRI atau Kadin. (*)

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Konsisten, Positivity Rate Selalu di Bawah Dua Persen

22 September 2021 - 23:05 WIB

Konsisten

Pemkot Bogor Lakukan Uji Coba untuk Membuka Kembali Objek Wisata

22 September 2021 - 19:35 WIB

Objek

Tayangkan ‘Kuda Poni’ Live Bugil Hingga Masturbasi, Mango Live Terancam Pemutusan Akses

22 September 2021 - 17:38 WIB

Kuda Poni

DLH Ngaku Dilema untuk Menaikkan Biaya Retribusi Sampah

22 September 2021 - 16:10 WIB

Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB

22 September 2021 - 15:59 WIB

Peserta vaksinasi

Singkirkan Ronaldo dan Messi, Lewandowski Raih Sepatu Emas

22 September 2021 - 15:41 WIB

Trending di Headline