Wah..Faisal Basri Sarankan Jokowi Agar Keluarkan Dua Orang Ini dari Istana

Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Sapa Peserta Vaksinasi Merdeka di IPB Akibat Pohon Tumbang di Depok, Jalur KRL Bogor Masih Diperbaiki Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini!

Headline ยท 23 Jul 2021 11:32 WIB

Wah..Faisal Basri Sarankan Jokowi Agar Keluarkan Dua Orang Ini dari Istana


 Wah..Faisal Basri Sarankan Jokowi Agar Keluarkan Dua Orang Ini dari Istana Perbesar

Bogordaily.net – Ekonom Senior, Faisal Basri mengunkapkan cara agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat apresiasi dari masyarakat.

Faisal menyarankan Presiden Jokowi agar mengeluarkan atau mengganti dua sosok di Istana.

Dua orang yang ia sarankan pada Jokowi ini adalah Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko.

Hal itu disampaikan oleh Faisal Basri melalui cuitan di akun Twitter-nya @FaisalBasri pada Jumat, 23 Juli 2021.

“Pak Presiden Jokowi, niscaya rakyat akan apresiasi jika Bapak mengeluarkan Ngabalin dan Moeldoko dari Istana,” cuit Faisal Basri seperti dikutip Bogordaily.net.

Baca Juga  Lihat Aksi Presiden Suapi Cucu

Ekonom senior itu menyarankan hal tersebut karena kerap kali Ngabalin dan Moeldoko membuat kegaduhan.

Ia juga menilai bahwa Presiden Jokowi tidak senang dengan orang yang membuat kegaduhan.

Oleh sebab itu, Faisal menyarankan agar Ngabalin dan Moeldoko dikeluarkan dari Istana.

“Bapak Jokowi kan tidak suka dengan orang yang kerap bikin gaduh,” tulis Faisal Basri.

Diketahui, Ngabalin selaku Tenaga Ahli KSP selalu mengatakan hal yang kontoversial yang berujung kegaduhan.

Salah satunya seperti pembelaan Ngabali terkait rangkap jabatan rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro.

Baca Juga  Amien Rais dan TP3 Yakin Ada Pelanggaran HAM Berat Laskar FPI, 7 Orang Datangi Presiden Jokowi

Sedangkan Moeldoko, ia sempat membuat kegaduhan besar di perpolitikan Indonesia.

Moeldoko terlibat dalam pengambilalihan secara paksa Partai Demokrat dari kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pengambilalihan Partai Demokrat tersebut sempat membuat gaduh di kala Indonesia tengah fokus penanganan pandemi Covid-19.

Bahkan upaya pengambilalihan tersebut hingga saat ini masih terus

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan Musim

22 September 2021 - 23:30 WIB

Peralihan

Konsisten, Positivity Rate Selalu di Bawah Dua Persen

22 September 2021 - 23:05 WIB

Konsisten

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

22 September 2021 - 21:20 WIB

AMSI

MenKopUKM Siap Penuhi Tuntutan Asosiasi UMKM Agar Usaha Terus Bergerak

22 September 2021 - 20:57 WIB

Asosiasi

Tasikmalaya Masih di Level 3, Covid-19 Sudah Melandai

22 September 2021 - 20:09 WIB

Tasikmalaya

Ribuan Atap Pabrik di Jabar Diwajibkan Memakai Panel Surya

22 September 2021 - 19:16 WIB

atap
Trending di Nasional