Bima Arya Resmikan Operasional Rumah Sakit Lapangan

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Advetorial · 10 Agu 2021 15:17 WIB

Bima Arya Resmikan Operasional Rumah Sakit Lapangan


 Peresmian operasional Rumah Sakit Lapangan hasil kolaborasi IPB University dan RS Ummi Bogor oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, Senin 9 Agustus 2021.(pemkotbogor/Bogordaily.net) Perbesar

Peresmian operasional Rumah Sakit Lapangan hasil kolaborasi IPB University dan RS Ummi Bogor oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, Senin 9 Agustus 2021.(pemkotbogor/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya resmikan operasional Rumah Sakit Lapangan hasil kolaborasi IPB University dan RS Ummi Bogor, Senin 9 Agustus 2021.

Bima Arya mengatakan, Kota Bogor sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa pada akhir Juni 2021.

“Saya ingat 25 Juni 2021 Kota Bogor mulai SOS. Saya bilang Kota Bogor tidak baik-baik saja. Sangat mengkhawatirkan. Kekurangan peti mati, kelangkaan oksigen dan antren di mana-mana, ambulan setiap menit lewat, suasana sangat mencekam saat itu,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Bima Arya menambahkan, bahwa fase tersebut sudah bisa dilewati, meski belum aman sepenuhnya dan harus tetap waspada.

Semua data menunjukan kondisi membaik. Saat itu BOR 87 persen, hari ini 43, persen. Tidak ada lagi antrian. Angka positivity rate membaik, kemarin bahkan (kasus harian) sempat 100-an.

“Banyak ahli sampaikan bahwa kita harus hati-hati akan ada kecenderungan multiple varian. Jadi, kalau setelah delta ini tidak ada lagi yang lain, Insya Allah kita recovered. Tapi kalau ada varian yang lain, misalnya setelah delta ada lagi dan lagi, nafas kita betul-betul harus panjang,” paparnya.

Bima Arya berharap, semua badai ini akan cepat berlalu. Namun demikian, Pemkot Bogor tetap harus mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Kita perkuat lagi. Karena ke depan isunya isu kesehatan ini, yang kita hadapi adalah gejala pandemi global, kita harus siap dari level nasional sampai lokal. Karenanya, peresmian RS Lapangan hari ini adalah konteksnya itu,” imbuhnya.

“Di sini pak Rektor mengantisipasi dengan sangat baik, berkolaborasi dengan RS Ummi. Memang sekarang tidak bisa sendiri kita, harus kolaborasi. Maka hari ini saya resmikan operasional RS Lapangan,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Rektor IPB University, Prof Arif Satria menjelaskan, di Asrama Internasional IPB University ini ada 44 kamar yang difungsikan sebagai ruang perawatan pasien Covid-19. Selain kamar, dilengkapi juga fasilitas listrik, air dan wifi.

“Asrama tersebut akan menyelenggarakan pelayanan perawatan pasien sesuai dengan pedoman rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat Covid-19 dengan status pasien gejala ringan hingga sedang,” katanya.

Penyelenggaraan rumah sakit lapangan ini didampingi oleh Rumah Sakit Ummi Bogor. Nanti mereka yang menyiapkan layanan kesehatan maupun sarana dan prasarana medis rumah sakit. Adv

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

BBM Langka di Bogor, Warga Kebingungan Cari Bensin di Mana-mana Kosong

10 Agustus 2022 - 16:56 WIB

pertalite aplikasi mypertamina

Babinsa Sertu Asmadi Lakukan Giat Sosialisasi Perda Kota Bogor

10 Agustus 2022 - 16:35 WIB

Mengulik Sejarah Tugu Kujang yang Jadi Ikon Kota Bogor

10 Agustus 2022 - 16:21 WIB

Sejarah Biji Koka yang Ada di Kebun Raya Bogor, Hasil Pertukaran dengan Belgia Pada 1927

10 Agustus 2022 - 16:14 WIB

Perangi Jentik Nyamuk, Sertu Rohanta Lakukan Giat Komsos

10 Agustus 2022 - 16:00 WIB

Manager Biskita Beberkan Alasan Pemecatan, Ini Rinciannya!

10 Agustus 2022 - 15:48 WIB

Biskita trans
Trending di Kota Bogor