Bupati Bogor Tinjau Konservasi Satwa TSI dan Kelahiran Bayi Gajah

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Headline · 26 Agu 2021 19:52 WIB

Bupati Bogor Tinjau Langsung Lokasi Konservasi Satwa TSI dan Kelahiran Bayi Gajah Bernama Bonesia


 Bupati Bogor Ade Yasin Tinjauh Konservasi Satwa dan kelahiran bayi gajah yang diberi nama Bonesia atau singkatan dari Bogor Indonesia, di Taman Safari Indonesia. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Bupati Bogor Ade Yasin Tinjauh Konservasi Satwa dan kelahiran bayi gajah yang diberi nama Bonesia atau singkatan dari Bogor Indonesia, di Taman Safari Indonesia. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin tinjau langsung lokasi konservasi satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Kabupaten Bogor, Kamis 26 Agustus 2021.

Bupati Bogor menegaskan hanya zona konservasi saja yang boleh dibuka pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ini.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan pembukaan tempat wisata di level 3 sebetulnya tempat wisata belum boleh buka tetapi karena itu lokasi konservasi binatang dari seluruh negara, terlebih Taman Safari Indonesia (TSI) ini tidak mendapatkan bantuan pusat sehingga mereka kesulitan untuk memberi pakan dan Rumah Sakit Hewan cukup tinggi.
“Sehingga saya beri pengecualian untuk konservasi boleh buka, itupun hanya safari journey saja. Ada beberapa yang saya minta untuk tutup seperti curug, kolam renang, taman bermain, dan tempat keramaian atau tempat berkumpul seperti wahana pertunjukan dan lainnya belum boleh beroperasi,” tegas Ade Yasin.
Menurutnya, hanya perjalanan menuju lokasi konsevasi yang diberi kelonggaran seperti rumah makan buka dan boleh makan ditempat maksimal 30 menit dengan kapasitas 50% sesuai aturan Kemendagri.
Mushola dan masjid juga dibuka dengan kapasitas maksimal 50%, tetapi untuk nongkrong belum boleh masih dibatasi untuk mencegah kerumunan dan penyebaran Covid-19.
Ketentuan tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/408/Kpts/Per-Uu/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman, Dan Produktif Melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Bogor terhitung mulai 24-30 Agustus 2021.
“Kami juga terapkan barcode peduli lindungi, bahkan disekatnya sudah dari bawah baik mau masuk dan keluar Gadog, ini sangat ketat. Tidak hanya masuk kesini tetapi keseluruh tempat yang ada di Puncak kami berlakukan aplikasi peduli lindungi, untuk yang belum vaksin hasil menunjukan tes hasil PCR,” jelas Bupati Bogor.
Lanjut Ade Yasin, berdasarkan hasil pantauan bahwa kesehatan satwa dan pelayanan kesehatan para satwa di lokasi konsevasi berjalan seperti biasa, karena pelayanan kesehatan untuk hewan sama dengan manusia tidak mengenal musim baik dalam kondisi pandemi atau tidak, tetap kesehatan satwa dipantau oleh rumah sakit hewan.
TSI

Bupati Bogor, Ade Yasin tinjau langsung lokasi konservasi satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Kabupaten Bogor, Kamis 26 Agustus 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)

 “Tadi juga telah lahir bayi gajah yang diberi nama Bonesia atau singkatan dari Bogor Indonesia karena lahir di Bogor, Kita juga perlu support pariwisata ini supaya Bogor bisa menjadi tempat hewan-hewan langka, karena disini ada RS-nya sehingga kita bisa memelihara mereka dengan baik termasuk juga penangkarannya,” ujar Ade.
Tambahnya, ada juga bayi beberapa jenis binatang termasuk harimau yang diberi susu khusus dari luar negeri.
Konservasi ini cukup besar tanggung jawabnya sehingga pusat konservasi ini ia berikan kelonggaran asal sesuai aturan dan Protokol Kesehatan yang ketat.
“Perasaan senang bisa bersentuhan langsung dengan satwa dipenangkaran ini, salah satunya anak harimau. Saya suka binatang dan manusia harus perlakukan sama, Alhamdulilah saya lihat di sini diurus dengan baik, diperlakukan dengan baik oleh perawat dan dokternya, sehingga mereka nyaman tinggal di sini di hutan belantara yang diciptakan Taman Safari Indonesia (TSI),” tukasnya.***
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Meski Kasus Covid-19 Mulai Landai, Polsek Parung Ingatkan Warga Agar Tidak Lengah

28 September 2022 - 20:36 WIB

Polsek Parung

City Mall Rising Star Kembali Gelar Lomba Nyanyi di CCM

28 September 2022 - 18:27 WIB

Setelah Lama Retak, Jalan Beton Penghubung Cigudeg-Kiarasari Akhirnya Dibongkar

28 September 2022 - 17:50 WIB

Jalan Beton

Melalui Program Save School, ChildFund Dukung Kabupaten Bogor Ramah Anak

28 September 2022 - 17:38 WIB

Kisah Penjual Bayi di Ciseeng: Dijuluki Ayah Sejuta Anak, Adopsi Bayi dan Kini Dibui

28 September 2022 - 17:28 WIB

Nikmati Berbagai Acara di Kafe Tertinggi Kota Bogor

28 September 2022 - 16:06 WIB

Trending di Headline