Disdik Bogor: Guru di Cilebut yang Dinilai Arogan Sudah Dievaluasi

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Headline · 9 Agu 2021 16:20 WIB

Disdik Bogor: Guru di Cilebut yang Dinilai Arogan Sudah Dievaluasi


 Disdik Bogor: Guru di Cilebut yang Dinilai Arogan Sudah Dievaluasi Perbesar

 

BOGORDAILY- Seorang guru di Cilebut Kabupaten Bogor yang dinilai otoriter dan arogan telah dievaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Sebelumnya, viral cuitan Anung di Twitter berisi keluhan orang tua siswa terkait guru yang dinilai otoriter dan arogan viral di media sosial.

Dalam cuitannya pada Rabu (4/8), Anung menceritakan tentang istrinya yang dikeluarkan dari grup WhatsApp pembelajaran jarak jauh (PJJ) anaknya yang masih duduk di kelas 4 SD. Istri Anung dikeluarkan lantaran melakukan protes kepada guru yang memberi tugas yang banyak, namun tidak disertai pemberian materi.

“Sudah (evaluasi). Hari ini rencananya akan dipanggil lagi kepala sekolah, guru, dan orang tua oleh pengawas. Saya masih tunggu info dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Koordinator Layanan Pendidikan (Koryandik) terkait kelanjutannya,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Disdik Kabupaten Bogor, Nur Janah seperti dilansir Republika.co.id, Senin (9/8).

Nur Janah menegaskan, Disdik Kabupaten Bogor telah bergerak untuk menengahi antara sekolah dan orang tua murid. Saat ini, pihaknya akan melihat dahulu bagaimana kronologis di lapangan.

“Nanti kita lihat dulu di lapangan seperti apa, saya klarifikasi dulu apakah prosesurnya seperti apa, kita tetap ada di tengah. Sudah bergerak langsung. Kami juga sudah buat surat edaran tentang pembelajaran selama pandemi Covid. Ada daring, luring, dan kombinasi,” kata dia.

Menanggapi arahan DPRD Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kreativitas guru dan sekolah, Nur Janah mengatakan, Disdik selalu memberi informasi kepada tenaga pendidik terkait pelatihan cara mengajar. Meski demikian, dia mengaku, para guru utamanya di tingkat sekolah dasar mengalami kesulitan untuk mengajar murid kelas 1 SD secara daring.

“Pembelajaran daring ini buat guru lebih capek. Selama pembelajaran masa pandemi, kita sering beri informasi misalnya ada pelatihan. Supaya menambah ilmu wawasan mereka pada ikut. Menggali ilmu dan kreativitas,” kata Nur.

Sementara itu, orang tua siswa yang membuat aduan, Anung Hidayah (36 tahun) mengatakan, guru yang bersangkutan telah diganti dengan guru baru. Tak hanya itu, pada Senin pagi dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di kelas yang bersangkutan. (*)

 

 
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ada Dugaan ‘Sunat’ Dana Bansos di Kecamatan Megamendung, Ini Tanggapan Camat

1 Desember 2022 - 17:01 WIB

Hendak Ambil Bansos, Warga Cigudeg Meninggal Dunia

1 Desember 2022 - 16:50 WIB

bansos meninggal Dunia

Peduli Kebersihan, Pemkab Bogor Berikan Penghargaan Kampung Ramah Lingkungan 2022

1 Desember 2022 - 16:34 WIB

ramah lingkungan

DPRD Kabupaten Bogor Ingatkan Pemkab Segera Persiapkan SDM untuk Isi Jabatan Strategis

1 Desember 2022 - 14:40 WIB

Gengster Bikin Ulah Lagi, Polsek Gunung Sindur Patroli

1 Desember 2022 - 12:47 WIB

Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bogor, Kamis, 1 Desember 2022

1 Desember 2022 - 06:51 WIB

Trending di Kabupaten Bogor