Wednesday, 9 April 2025
HomeBeritaBerdiri 30 Tahun, Tembok Pemisah Stasiun dan Alun-alun Dibongkar

Berdiri 30 Tahun, Tembok Pemisah Stasiun dan Alun-alun Dibongkar

Bogordaily.net – Di tengah pembangunan yang terus berlanjut, tembok yang berdiri di antara alun-alun dan Stasiun Bogor dibongkar, Jumat 13 Agustus 2021.

Perobohan tembok tersebut dilakukan dengan alat berat dan disaksikan langsung Wakil Wali , Dedie A Rachim.

Diketahui pula bahwa tembok tersebut sudah berdiri 30 tahun lamanya. Sehingga memang menjadi saksi sejarah kawasan itu.

Perobohan tersebut merupakan salah satu upaya pengintegrasian antara alun-alun dan Stasiun Bogor.

“Secara menyeluruh, pembangunan sudah berjalan 20 persen. Sehingga, Insya Allah pada Desember nanti bisa selesai. Setelah pembongkaran nanti tetap ada pemisahan meskipun terintegrasi, dan terasa mana aset PT (Kereta Api Indonesia) mana aset milik alun-alun,” jelas Dedie di lokasi pembangunan.

Pembongkaran tembok tersebut kata dia, dilakukan untuk menyesuaikan keindahan desain dari alun-alun. Di luar itu, alasan perobohan, kata Dedie, tembok pembatas yang ada saat ini sudah termakan usia.

Pemisah
Wakil Wali , Dedie A Rachim mendatangi langsung perobohan tembok stasiun dan alun-alun, Jumat 13 Agustus 2021. (istimewa/Bogordaily.net)

“Kebutuhan sekarang untuk membongkar tembok adalah tadi, menyesuaikan estetika desain taman yang sudah kita buat. Saat ini kan tertutup tembok seperti tidak terawat,” jelas Dedie.

Paska perobohan tembok itu pula, dengan bersamaan akan dibangun saluran air atau drainase. Menurut Dedie, Pemerintah Kota () Bogor tak sedikitpun mengganggu aset milik PT . Akan tetapi, harus saling memelihara. Apalagi nanti pembangunan akan terintegrasi pula dengan Masjid Agung.

Untuk itu semua, Dedie mewakili Bogor juga tak lupa mengapresiasi dukungan dari PT , PT KCI, dan secara umum kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Instansi terkait itu, kemudian diharapkan mampu memanfaatkan akses yang sudah dibangun nanti.

“Sehingga nanti mungkin muka dari stasiun bisa dikembalikan seperti sejak perencanaan zaman Belanda ke arah area Jalan Dewi Sartika. Termasuk juga Bogor sebagai salah satu kota di Asia yang pertama kali dijadikan oleh Belanda sebagai Green City itu bisa terlaksana. Jadi historynya tidak lepas,” pungkasnya.Adv

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here