Berdiri 30 Tahun, Tembok Pemisah Stasiun dan Alun-alun Dibongkar

Menu

Mode Gelap
Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya! Harga Emas Antam Masih Rp 989.0000 Hari Ini Mediasi Pertama, Angga Wijaya Tetap Ingin Bercerai dengan Dewi Perssik Tepok Bulu Vindes 2022: Hesti-Erika Menang Lawan Raisa-Anya Geraldine Pemerintah Perpanjang PPKM di Luar Jawa-Bali Sampai 1 Agustus

Advetorial · 15 Agu 2021 08:06 WIB

Berdiri 30 Tahun, Tembok Pemisah Stasiun dan Alun-alun Dibongkar


 Suasana tembok pemisah yang berdiri di antara alun-alun Kota Bogor dan Stasiun Bogor dibongkar, Jumat 13 Agustus 2021. (istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Suasana tembok pemisah yang berdiri di antara alun-alun Kota Bogor dan Stasiun Bogor dibongkar, Jumat 13 Agustus 2021. (istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Di tengah pembangunan yang terus berlanjut, tembok pemisah yang berdiri di antara alun-alun Kota Bogor dan Stasiun Bogor dibongkar, Jumat 13 Agustus 2021.

Perobohan tembok tersebut dilakukan dengan alat berat dan disaksikan langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Diketahui pula bahwa tembok tersebut sudah berdiri 30 tahun lamanya. Sehingga memang menjadi saksi sejarah kawasan itu.

Perobohan tersebut merupakan salah satu upaya pengintegrasian antara alun-alun dan Stasiun Bogor.

“Secara menyeluruh, pembangunan sudah berjalan 20 persen. Sehingga, Insya Allah pada Desember nanti bisa selesai. Setelah pembongkaran nanti tetap ada pemisahan meskipun terintegrasi, dan terasa mana aset PT KAI (Kereta Api Indonesia) mana aset milik alun-alun,” jelas Dedie di lokasi pembangunan.

Pembongkaran tembok tersebut kata dia, dilakukan untuk menyesuaikan keindahan desain dari alun-alun. Di luar itu, alasan perobohan, kata Dedie, tembok pembatas yang ada saat ini sudah termakan usia.

Pemisah

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mendatangi langsung perobohan tembok pemisah stasiun dan alun-alun, Jumat 13 Agustus 2021. (istimewa/Bogordaily.net)

“Kebutuhan sekarang untuk membongkar tembok adalah tadi, menyesuaikan estetika desain taman yang sudah kita buat. Saat ini kan tertutup tembok seperti tidak terawat,” jelas Dedie.

Paska perobohan tembok itu pula, dengan bersamaan akan dibangun saluran air atau drainase. Menurut Dedie, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak sedikitpun mengganggu aset milik PT KAI. Akan tetapi, harus saling memelihara. Apalagi nanti pembangunan akan terintegrasi pula dengan Masjid Agung.

Untuk itu semua, Dedie mewakili Pemkot Bogor juga tak lupa mengapresiasi dukungan dari PT KAI, PT KCI, dan secara umum kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Instansi terkait itu, kemudian diharapkan mampu memanfaatkan akses yang sudah dibangun nanti.

“Sehingga nanti mungkin muka dari stasiun bisa dikembalikan seperti sejak perencanaan zaman Belanda ke arah area Jalan Dewi Sartika. Termasuk juga Bogor sebagai salah satu kota di Asia yang pertama kali dijadikan oleh Belanda sebagai Green City itu bisa terlaksana. Jadi historynya tidak lepas,” pungkasnya.Adv

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Latika Beauty Care Dukung Mulyaharja Fashion Show

5 Juli 2022 - 23:01 WIB

Duh, Harga Cabai di Pasar Bogor Masih Tinggi

5 Juli 2022 - 22:20 WIB

HUT Bhayangkara ke-76, Kapolresta Bogor Kota: Pelayanan Terus Ditingkatkan

5 Juli 2022 - 20:52 WIB

Merebaknya PMK, Timbulkan Dampak Pada Penjualan Daging Sapi

5 Juli 2022 - 15:39 WIB

penjualan daging sapi

Keunggulan Program Studi Teknik Mesin UIKA Bogor

5 Juli 2022 - 15:04 WIB

Dandim 0606/KB Hadiri Acara Upacara HUT Bhayangkara ke 76 di Makopolresta

5 Juli 2022 - 14:18 WIB

Trending di Kota Bogor