Waduh, Mantan Koruptor Jadi Komisaris BUMN

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Headline · 5 Agu 2021 16:58 WIB

Waduh, Mantan Koruptor Jadi Komisaris BUMN


 Foto: Tempo Perbesar

Foto: Tempo

BOGORDAILY- Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik keras penunjukan mantan terpidana korupsi, Izedrik Emir Moeis, menjadi Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda, anak usaha dari BUMN PT Pupuk Indonesia. Pemilihan Emir dikritik
Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan pengangkatan eks napi korupsi merupakan pelanggaran prinsip dasar kepemerintahan yang kredibel. Dia menuturkan, seolah-olah RI kekurangan sosok yang lebih kredibel dan kompeten.

“Ya nggak setuju. Itu sudah melanggar prinsip dasar dari pemerintahan yang kredibel. Mosok (masa) nggak ada calon lain yang lebih kredibel untuk ditunjuk? Kok sepertinya kita kekurangan orang yang bagus, bersih, dan kompeten,” kata Adnan seperti dilansir detikcom, Kamis (5/8/2021).

Adnan menilai penunjukan eks koruptor menjadi komisaris BUMN memperlihatkan bahwa BUMN mengalami kemunduran. Hal itu pun akan berdampak pada kinerja yang kurang baik.

“Saya kira memang ada kemunduran dalam pengelolaan BUMN kita ya, karena adanya pembiaran soal rangkap jabatan yang masif, korupsi yang kerugiannya harus ditambal oleh APBN melalui skema-skema tertentu, termasuk merekrut komisaris (pengawas) dari latar belakang eks napi korupsi. Tidak mengherankan kalau BUMN kita sebagian besarnya tidak berkinerja baik,” jelasnya.

Dia berpendapat terdapat pemakluman terhadap praktik korupsi sehingga para eks napi mendapatkan jabatan setelah menjalani masa pidana. Padahal, kata dia, pejabat publik harus bersih dan bebas dari penyimpangan kekuasaan, termasuk latar belakangnya.

“Jadi saya kira ada pemakluman terhadap korupsi yang membuat para eks napi korupsi bisa menjadi pejabat publik lagi. Ya pejabat publik itu harus bersih dan bebas dari masalah penyimpangan kekuasaan, ini termasuk latar belakangnya, meskipun sudah selesai dipidana,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, penunjukan Izedrik Emir Moeis diketahui dari informasi di website Pupuk Iskandar Muda, pim.co.id. Di situ tertulis Emir Moeis duduk menjadi komisaris perseroan terhitung sejak 18 Februari 2021. SVP of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan penunjukan Emir Moeis sudah sesuai aturan.

Emir Moeis merupakan politikus PDI Perjuangan yang menjadi anggota DPR pada periode 2000-2013. Saat itulah ia terjerat kasus korupsi dan ditetapkan menjadi tersangka pada 26 Juli 2012.

Emir Moeis dijatuhi hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp 150 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 2014. Dia dinilai hakim terbukti menerima hadiah atau janji dari konsorsium Alstom Power Incorporate Amerika Serikat dan Marubeni Incorporate Jepang sebesar US$ 357 ribu agar bisa memenangkan proyek pembangunan 6 bagian pembangkit listrik tenaga uap 1.000 megawatt di Tarahan, Lampung, pada 2004. (*)

 
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Benefit Sharing Google dan Facebook dengan Media Harus Ditingkatkan

3 Desember 2022 - 16:03 WIB

BMKG Sebut Ada Dua Zona Berbahaya di Cianjur yang Tak Layak Dihuni

3 Desember 2022 - 10:30 WIB

BMKG Cianjur

Tok! Komisi I DPR Setujui Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI  

2 Desember 2022 - 22:42 WIB

Komisi I DPR Menyetujui Pemberhentian dengan Hormat Jenderal Andika Perkasa

2 Desember 2022 - 19:08 WIB

Jenderal Andika Perkasa

Pengendara Nakal, Tilang Manual Kembali Dilakukan Polisi

2 Desember 2022 - 18:38 WIB

tilang manual kembali

Resmikan PLUT KUMKM Biak Numfor, KemenKopUKM Ciptakan Wirausaha Unggul di Papua

2 Desember 2022 - 16:23 WIB

Biak Numfor
Trending di Nasional