Cegah Covid Varian Baru, Pemerintah Diminta Perketat Kedatangan WNA

Menu

Mode Gelap
Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya! Harga Emas Antam Masih Rp 989.0000 Hari Ini Mediasi Pertama, Angga Wijaya Tetap Ingin Bercerai dengan Dewi Perssik Tepok Bulu Vindes 2022: Hesti-Erika Menang Lawan Raisa-Anya Geraldine Pemerintah Perpanjang PPKM di Luar Jawa-Bali Sampai 1 Agustus

Nasional ยท 17 Sep 2021 18:16 WIB

Cegah Covid Varian Baru, Pemerintah Diminta Perketat Kedatangan WNA


 Ilustrasi Tenaga Kerja Asing (TKA), asal China ke Indonesia.(istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi Tenaga Kerja Asing (TKA), asal China ke Indonesia.(istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah untuk memperketat kedatangan warga negara asing (WNA) dari negara-negara dengan banyak kasus Covid-19 varian Mu, Lambda, dan C.1.2.

“Pengetatan dan pengawasan itu guna antisipasi dampak penyebaran Covid-19 varian Mu, Lambda dan C.1.2 yang saat ini menjangkiti puluhan negara,” kata Mufida baru-baru ini.

Secara khusus, ia mengusulkan agar ada revisi Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 27 Tahun 2021, agar semangat pelarangan masuknya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia benar-benar nyata.

“Terutama mereka yang mendapat ITAS tapi kembali ke negaranya lalu masuk lagi ke Indonesia harus ditolak dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Legislator Fraksi PKS itu menuturkan, perjuangan masyarakat yang selama dua bulan lebih menjalani Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hendaknya diikuti dengan pembatasan kedatangan WNA dari luar negeri.

Terlebih, tiga varian baru di atas disebut menurunkan kadar antibodi tubuh dan dampak efikasi dari vaksin.

Jangan sampai angka vaksinasi kita yang belum cukup besar harus ditambah dengan ancaman tiga varian baru ini.

Bahkan, lanjut Mufida, WHO telah memasukkan varian Mu dan Lambda sebagai variant of interest karena dianggap cukup mengancam, bisa menyebar lebih cepat, menyebabkan infeksi parah, dan lolos dari kekebalan yang diinduksi vaksin.

“Meski disebut penularannya tidak secepat varian Delta, tapi disebut kebal terhadap vaksin, kita mesti waspada sejak dini, jangan sampai kecolongan lagi,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kabar Terbaru dari Evos Legend Soal Trial Dlarskie

5 Juli 2022 - 20:39 WIB

Hukum Memberi Daging Kurban Kepada Non Muslim

5 Juli 2022 - 20:17 WIB

Cara Dapat Promo CFC di Shopee yang Murah Banget. Begini Caranya!

5 Juli 2022 - 20:04 WIB

Amalan Sunnah Saat Idul Adha Selain Puasa, Sederhana Tapi Kaya Pahala

5 Juli 2022 - 19:54 WIB

Fakta Terowongan Kendal, Tempat Baru Tongkrongan Anak Citayam

5 Juli 2022 - 19:40 WIB

fakta terowongan kendal

Mengintip Gaji ke-13 Pimpinan MPR, Menakjubkan

5 Juli 2022 - 19:22 WIB

gaji ke-13
Trending di Nasional