Cegah Stunting, Akademisi INAIS Beri Penyuluhan Kader Posyandu

Menu

Mode Gelap
Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini! Menu Baru Djoeragan Resto, Spicy Chicken Mozzarella with Salad Ponpes di Rumpin Ludes Terbakar, Hubungan Arus Pendek Diduga Jadi Penyebabnya

Kabupaten Bogor ยท 11 Sep 2021 12:02 WIB

Cegah Stunting, Akademisi INAIS Beri Penyuluhan Kader Posyandu


 Cegah Stunting, Akademisi INAIS Beri Penyuluhan Kader Posyandu Perbesar

Bogordaily.net – Institut Agama Islam Sahid bersama kader posyandu Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea mengelar penyuluhan tentang stunting di aula desa pada Sabtu 11 September 2021. Kegiatan bertujuan meningkatkan Peran kader Pembangunan manusia dalam penanganan dan pencegahan STUNTING pada anak usia dini.

Menurut data Dinas Kesehatan kabupaten Bogor pada 2019, jumblah pengidap gizi buruk di Babupaten Bogor mencapai 100 orang pengidap gizi buruk, atau sekitar 0,0017% dari 577,656 balita yang menjadi sasaran.

Sementara balita yang ditimbang di Kabupaten Bogor mencapai 454,433(Diskominfo Kabupaten Bogor 6 Maret 2020).

Masalah pengidap gizi buruk kompleks mulai dari nutrisi, penyakit penyerta, masalah sosial, ekonomi, budaya masyarakat/kebiasaan dan faktor lingkungan tempat tinggal, juga berpengaruh sehingga intervensi penagananya harus konprehensif dan lintas sektoral.

Dr.Zaenal Abidin, M.Si mengatakan secara umum penanganan gizi buruk dan stanting ada 2 tahapan. Pertama, penanganan spesifik artinya pendekatan pelayanan kesehatan, teknis kesehatan dan ini hanya menyumbangkan 30% saja angka keberhasilan menurut riset penanggulangan masalah gizi buruk, sedangkan sisanya 70% ini ada dimasalah sesitif atau tahapan kedua yaitu penanggulangan dari berbagai sektor.

Ia menambahkan, selain kurangnya asupan nutrisi penderita gizi buruk juga disebabkan faktor penyerta atau penyakit bawaan.

“Dalam mencegah STUNTING akibat asupan gizi yang kurang dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Cinangka Rohman, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh mahasiswa INAIS bersama kader posyandu dalam memberi pemahaman tentang STUNTING kepada warga.

“Semoga dengan digelarnya pemahaman dan pencegahan STUNTING kepada warga dapat menurunkan angka gizi buruk di desa,” ungkapnya.***

Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Alkes/Teguh & Japen/Ciwok Juarai Turnamen Bulutangkis GOR TOP

19 September 2021 - 13:35 WIB

Bulutangkis

Bersama Indonesia Pasti Bisa, Polsek Kemang Gelar Vaksinasi Massal

19 September 2021 - 13:01 WIB

Indonesia pasti bisa

Bupati Bogor Berikan Apresiasi dan Dukung Kinerja KPAD

18 September 2021 - 19:29 WIB

Ingat! Parkir Sembarangan di Jalan Raya Puncak, Bakal Dirazia Satpol PP

18 September 2021 - 17:38 WIB

Bupati Bogor dan Bupati Cianjur Bahas Jalur Puncak 2

18 September 2021 - 17:30 WIB

Puncak

Catat! Menhub Bakal Keluarkan Peraturan Ganjil-Genap di Puncak

18 September 2021 - 16:52 WIB

Trending di Kabupaten Bogor