Disomasi Sentul City, Bangunan Milik RG Diancam Akan Dirobohkan

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Headline ยท 10 Sep 2021 09:39 WIB

Disomasi Sentul City, Bangunan Milik RG Diancam Akan Dirobohkan


 Kawasan Sentul City membentang luas di Kecamatan Babakan Madang. Belakangan muncul konflik antara PT Sentul City dengan Rocky Gerung, konflik tersebut terkait lahan seluas 800 meter yang ditempati RG  yang belakangan diakui oleh perusahaan properti tersebut.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Kawasan Sentul City membentang luas di Kecamatan Babakan Madang. Belakangan muncul konflik antara PT Sentul City dengan Rocky Gerung, konflik tersebut terkait lahan seluas 800 meter yang ditempati RG yang belakangan diakui oleh perusahaan properti tersebut.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Konflik antara Rocky Gerung dan PT Sentul City kian memanas. Belakangan PT Sentul City melayangkan somasi kepada pengamat politik itu untuk mengosongkan lahan yang ditempatinya di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor.

Bahkan perusahaan yang bergerak dalam bidang properti itu menuding RG -panggilan- Rocky Gerung sebagai spekulan berdasi.

“Spekulan berdasi ini yang mengambil alih garap untuk tujuan memiliki dan menguasai tanah,” tutur Kuasa hukum PT Sentul City Antoni dalam keterangan di situs Sentul City, Kamis 9 September 2021.

Antoni menambahkan, bahwa kliennya akan memanfaatkan lahan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dia menyebut, warga desa mendukung dan yang menolak adalah beberapa orang massa sewaan pihak spekulan berdasi.

“Ada beberapa bangunan-bangunan liar berupa vila dan rumah di wilayah yang jadi aset PT Sentul City itu. Bangunan itu bukan milik masyarakat Bojong Koneng,” ungkapnya.

Menurut Antoni pemilik vila dan rumah liar itulah yang disebut oleh warga sekitar sebagai masyarakat berdasi. Pihak Sentul City telah memberikan surat somasi kepada masyarakat berdasi tersebut.

“Setelah kami lakukan pemetaan, kami melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat berdasi tersebut tentang kepemilikan lahan yang dimiliki oleh kami. Bahkan telah pula kami sampaikan somasi 1, 2, dan 3 untuk memberitahukan bahwa kami segera memanfaatkan lahan, dan agar segera membereskan diri untuk meninggalkan lahan. Mereka tidak menghiraukannya. Kami minta mereka menjelaskan atas dasar alas hak apa menempati lahan lahan kami? Tidak juga direspons,” kata Antoni.

“Atas upaya upaya perlawanan, kami pastikan akan melakukan langkah-langkah hukum guna melakukan perlindungan terhadap hak-hak kami dan negara wajib melindungi dan memberikan perlindungan atas segala upaya yang akan kami lakukan,” imbuhnya.

Rocky Gerung, melalui pengacaranya, Haris Azhar, mengaku telah menerima somasi dari Sentul City. Somasi pertama datang pada 28 Juli 2021, kemudian kedua pada 6 Agustus 2021.

“Udah (diterima) kira-kita 3 minggu yang lalu, kita udah balas, masih disomasi lagi kita balas lagi dan kita laporkan ke BPN. Kita udah serahkan ke BPN, tanya aja sama Pak Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN),” terang Haris Azhar.

Haris Azhar menjelaskan ada tiga tuntutan Sentul City dalam somasinya. Pertama, Sentul City memperingatkan Rocky bahwa pihaknya pemilik sah tanah seluas 800 meter persegi di RT 02 RW 11, Desa Bojong Koneng, yang tertuang dalam SHGB Nomor 2411 dan 2412.

Kedua, akan ada tindakan tegas atau dugaan tindak pidana jika Rocky Gerung memasuki area itu. Ketiga, Sentul City juga mengancam merobohkan bangunan dengan meminta bantuan Satpol PP jika Rocky tak mengosongkan tanah itu.

“Di lapangan sebenarnya nggak cuma Rocky, ada tetangga-tetangganya kena, dan itu sudah digusurin bahkan pakai ancaman kekerasan juga,” kata dia.

“Tapi kita udah lapor ke Kantor BPN tentang situasi ini. Kan bikin sertifikat kan harus tanya ke penguasa fisiknya. Nah, penguasa fisiknya Rocky kan udah lama, kok tiba-tiba keluar, ini aneh nih, kenapa sertifikat bisa keluar tanpa ada komunikasi dan persetujuan dari penguasa fisik. Kita udah cek di lapangan nggak pernah ada, Rocky nggak pernah tanda-tangan,” bebernya.(dtk)

 

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Kronologi Tabrakan Maut di Tanjakan Selarong Puncak Bogor

10 Agustus 2022 - 19:03 WIB

Brak! Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, 1 Orang Tewas

10 Agustus 2022 - 18:52 WIB

Seekor Buaya Muncul di Kali Cisadane, Remaja Hendak Diterkam

10 Agustus 2022 - 17:17 WIB

buaya kali cisadane

Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Sidak Proyek Peningkatan Jalan Cikeas-Bojong Nangka

10 Agustus 2022 - 15:31 WIB

Jalan Cikeas-Bojong Nangka

TP-PKK Kabupaten Bogor Kembali Turun Ke Desa Lakukan Monev Lomba

10 Agustus 2022 - 07:09 WIB

monev

Plt. Bupati Bogor Serahkan Asuransi AUTP, KUR, dan RJIT Kepada Petani di Cariu

10 Agustus 2022 - 05:51 WIB

AUTP
Trending di Kabupaten Bogor