Enak Banget! Bukan Cuma Gaji dan Tunjangan, Anggota DPR Juga Dapat Pensiun Seumur Hidup

Menu

Mode Gelap
Malang Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,3 Niat Jemput Anak, Seorang Ibu Asal Cigudeg Tewas Tertabrak Truk Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali

Politik · 15 Sep 2021 13:20 WIB

Enak Banget! Bukan Cuma Gaji dan Tunjangan, Anggota DPR Juga Dapat Pensiun Seumur Hidup


 Foto: Krisdayanti, Anggota Komisi IX DPR (dok. Istimewa) Perbesar

Foto: Krisdayanti, Anggota Komisi IX DPR (dok. Istimewa)

Bogordaily.net – Anggota DPR RI Krisdayanti membuat heboh karena berani buka-bukaan perihal gaji, tunjangan dan dana lainnya sebagai anggota DPR. Selain itu, Anggota DPR yang menyelesaikan masa jabatan satu periodenya mendapat uang pensiun seumur hidup.

Hak pensiun wakil rakyat diatur oleh UU Nomor 12 tahun 1980 tentang Hak Keuangan/Administratif Pimpinan dan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara serta Bekas Pimpinan Lembaga Tinggi/Tinggi Negara dan bekas anggota Lembaga Tinggi Negara.

Dalam ketentuan umum di Pasal 1 dijelaskan bahwa Lembaga Tertinggi Negara adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat; Lembaga Tinggi Negara, adalah Dewan Pertimbangan Agung, UU Nomor 12 tahun 1980, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung, tidak termasuk Presiden.

Hak pensiun bagi pimpinan dan anggota DPR diatur dalam Bab IV mengenai pensiun. Hak pensiun bagi pimpinan dan anggota DPR diatur mulai pasal 12-21 UU Nomor 12 tahun 1980.

Pasal 12 UU No 12 Tahun 1980 berbunyi “Pimpinan dan Anggota Lembaga Tinggi Negara yang berhenti dengan hormat dari jabatannya berhak memperoleh pensiun.”

Pasal 13 ayat 3 mengatur “Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara yang berhenti dengan hormat dari jabatannya karena oleh Tim Penguji Kesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan Negara karena keadaan jasmani atau rohani yang disebabkan karena dinas berhak menerima pensiun tertinggi sebesar 75 persen dari dasar pensiun.

Pasal 15 mengatur uang pensiun dibayarkan terhitung mulai bulan berikutnya sejak yang bersangkutan berhenti dengan hormat. Sementara Pasal 16 mengatur pembayaran uang pensiun dihentikan apabila yang bersangkutan meninggal dunia atau diangkat kembali menjadi Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara atau Anggota Lembaga Tinggi Negara.

Pasal 17 mengatur apabila penerima pensiun meninggal maka isteri sah atau suami sah berhak mendapatkan uang pensiun. Pasal 18 mengatur pemberian pensiun kepada janda/duda. Sedangkan pasal 19 mengatur jika pimpinan Lembaga Tinggi/Tinggi Negara dan bekas anggota Lembaga Tinggi Negara tidak punya suami/istri maka anak pertamanya sebelum berusia 25 tahun berhak mendapatkan hak pensiun.***

 

Sumber: detikcom

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PKB Minta Pemerintah Segera Realisasikan Dana Abadi Pesantren

23 Oktober 2021 - 11:52 WIB

PKB

Habib Salim: Jangan Lupakan ‘Jas Merah’ dan ‘Jas Hijau’

22 Oktober 2021 - 06:55 WIB

Habib Salim

Gelora Talk, APBN di antara Himpitan Pajak dan Utang Negara

22 Oktober 2021 - 06:36 WIB

Negara

Rizal Ramli Dapat Dukungan Masyarakat, Jerry: Sangat Layak Pimpin Indonesia

21 Oktober 2021 - 12:43 WIB

Rizal

Rapat Koordinasi dan Penyerahan SK Perubahan Partai Ummat Kabupaten Bogor

21 Oktober 2021 - 10:03 WIB

Ummat

Komisi V DPR RI Apresiasi Progres Pembangunan SPAM Palasari

21 Oktober 2021 - 08:22 WIB

SPAM
Trending di Politik