Presiden Liga Spanyol Kritik Paris Saint-Germain, Ini Alasannya

Menu

Mode Gelap
Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini! Menu Baru Djoeragan Resto, Spicy Chicken Mozzarella with Salad Ponpes di Rumpin Ludes Terbakar, Hubungan Arus Pendek Diduga Jadi Penyebabnya

Sport ยท 14 Sep 2021 09:33 WIB

Presiden Liga Spanyol Kritik Paris Saint-Germain, Ini Alasannya


 Presiden Liga Spanyol Javier Tebas.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Presiden Liga Spanyol Javier Tebas.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Upaya salah satu klub elit Eropa Paris Saint-Germain (PSG) yang menghambur-hamburkan uang demi meraih juara Liga Champions dapat kritikan dari Presiden Liga Spanyol Javier Tebas.

Sebelumnya Tebas sudah konsisten mengkritik PSG, terutama sejak mereka ‘membajak’ Neymar dari Barcelona pada 2017 silam. Kala itu PSG menebus klausul rilis senilai 222 juta euro, tapi dianggap tak logis karena diduga melanggar aturan Financial Fair Play.

Serangan Tebas buat PSG lantas kembali menguat, setelah sempat mereda, selepas PSG merekrut Lionel Messi musim panas ini. Baginya, hitung-hitungan beban gaji di PSG saja sulit diterima akal karena mereka membayar Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe dengan gaji fantastis.

Sedang pemain-pemain seperti Mauro Icardi, Angel Di Maria, Gianluigi Donnarumma, hingga Marquinhos juga bayarannya tak bisa disebut kecil. Keempatnya dilaporkan menerima gaji di atas 200 ribu sampai mendekati 300 ribu euro per pekannya.

Tebas pun menyindir arogansi Paris Saint-Germain, yang menolak tawaran Real Madrid untuk Mbappe musim panas tahun ini. Ia juga menyoroti strategi membabi buta PSG demi memenangi Liga Champions.

“Yang tidak bisa dipahami adalah ada sebuah klub yang rugi 400 juta euro, punya beban gaji 500 juta euro, dan bisa menolak tawaran buat Mbappe,” ujar Javier Tebas.

“Aturan kontrol keuangan mengalami kegagalan di Prancis, itu merusak pasar Eropa. Sistemnya UEFA itu salah.”

“Kita mesti mendatangkan investasi, tapi bukan kontribusi tak terbatas dengan kerugian yang konstan. Di sektor lainnya, ini tidak akan diizinkan.”

“Mereka lebih memilih memenangi Liga Champions dan punya kerugian berjuta-juta euro. Cara mereka itu bisa bikin fans senang karena Anda memenangi Liga Champions, tapi Anda sudah mengacaukan sepakbola. Itu sangat berbahaya,” imbuhnya.(dtk)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jurgen Klopp Masa Bodo dengan Kontrak Salah di Liverpool

18 September 2021 - 16:28 WIB

Fans Persikabo 1973 Kecewa, Mendadak Muncul Hastag #Igorout

18 September 2021 - 11:03 WIB

Baru Setahun Bergabung, Ruben Dias Didaulat Jadi Kapten Manchester City

18 September 2021 - 09:31 WIB

Manchester United dan Liverpool Kepincut Performa Apik Jude Bellingham

17 September 2021 - 18:11 WIB

Messi Main Sendiri, Rekan Satu Tim Tak Mambantu Malah Terperangah Lihat Permainannya

16 September 2021 - 19:23 WIB

Saatnya Diogo Dalot Gusur Aaron Wan-Bissaka di Kanan Pertahanan MU

16 September 2021 - 19:01 WIB

Trending di Sport