Selama Pandemi, Pemerintah Kewalahan Beri Ruang Pada Pekerja Seni

Menu

Mode Gelap
Punya Modal Arsitek dan Kepala Daerah, Ridwan Kamil Digadang Jadi Kepala IKN Kota Bogor Terus Lanjutkan Vaksinasi Booster Kasus Harian Covid-19 Tembus 3 Ribu, Komisi IX Ingatkan Pemerintah Hal Ini Tenggelam di Sungai Kapuas, Balita Berusia 2 Tahun Belum Ditemukan Jajan Food Street Festival di Padjadjaran Suites Resort Yuk!

Nasional ยท 26 Sep 2021 10:30 WIB

Selama Pandemi, Pemerintah Kewalahan Beri Ruang Pada Pekerja Seni


 Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti saat memimpini pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Wali Kota Solo, dalam rangka pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan layanan perpustakaan digital di daerah, di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (24/9/2021). (Tari/Bogordaily.net) Perbesar

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti saat memimpini pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Wali Kota Solo, dalam rangka pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan layanan perpustakaan digital di daerah, di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (24/9/2021). (Tari/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh di segala bidang.

Salah satunya adalah pekerja seni, dimana pemerintah juga kewalahan dalam memfasilitasi ruang bagi para pekerja seni.

“Pekerja seni kalau dikasih bantuan berupa uang tidak akan ada yang mau menerima. Mereka biasanya menginginkan bantuan berupa ruang, opportunity (wadah), pameran, lalu lomba,” terang Agustina di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (24/9/2021).

Dengan adanya ruang bagi para pekerja seni, sambung Agustina, dengan sendirinya anak-anak muda akan datang menerima pengajaran atau sharing pengalaman.

“Bantuan seperti itu yang mereka inginkan. Masalahnya saat ini kita sedang mengalami pandemi yang menjadi keterbatasan kita memfasilitasinya,” tuturnya.

Di sisi lain, legislator dapil Jawa Tengah IV ini turut menyayangkan rendahnya minat baca di Indonesia. Padahal Indonesia butuh inovasi dalam menerapkan konsep literasi terutama bagi anak-anak mudanya sebagai penerus bangsa.

“Minat baca (Indonesia) masih rendah, itu yang harus ditingkatkan. Sedari kecil kita mencontohkan terlebih dahulu hingga membiasakan diri, guna menstimulus rasa keingintahuan anak terhadap literatur kita,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Presiden Akan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara di Muara Enim

24 Januari 2022 - 09:32 WIB

groundbreaking

Takut Omicron Serang Anak-Anak, Evaluasi Lagi PTM!

24 Januari 2022 - 04:26 WIB

Kesiapan Warga Sekolah

Waspada Lonjakan Kematian Gara-Gara Omicron

23 Januari 2022 - 21:12 WIB

Ini Cara Memanfaatkan Jalur Penyelamat, Antisipasi Rem Blong

23 Januari 2022 - 19:06 WIB

Kasus Harian Covid-19 Tembus 3 Ribu, Komisi IX Ingatkan Pemerintah Hal Ini

23 Januari 2022 - 18:37 WIB

Kasus Harian Covid-19

Tenggelam di Sungai Kapuas, Balita Berusia 2 Tahun Belum Ditemukan

23 Januari 2022 - 18:19 WIB

sungai kapuas
Trending di Nasional