Waduh! Pengamat Bilang Duet Anies-Sandi di Pilpres 2024 Sulit Terwujud

Menu

Mode Gelap
Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali Kota Bogor Diterpa Hujan Angin, Satu Mobil Ringsek Terkena Pohon Tumbang Penemuan Jasad Bayi di MTs Babakan, Kapolsek Jasinga: Diduga Dibuang Ibunya

Politik · 17 Sep 2021 17:14 WIB

Waduh! Pengamat Bilang Duet Anies-Sandi di Pilpres 2024 Sulit Terwujud


 Passangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berdut di Pilkada DKI, Belakangan PKS mendorong pasangan tersebut kembali berduet di Pilpres 2024.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Passangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berdut di Pilkada DKI, Belakangan PKS mendorong pasangan tersebut kembali berduet di Pilpres 2024.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kendati Pilpres 2024 masih jauh, ternyata sejumlah partai politik, mulai menggadang-gadang para jagonya untuk meju. Seperti PKS yang mulai mendorong Anies Baswedan berduet dengan Sandiaga Uno untuk maju di Pilpres.

Kendati demikian menurut pengamat politik Adi Prayitno kalau duet Anies-Sandi akan sulit terwujud karena mereka disebut dari dua kubu yang berbeda.

“Pertama, kalau melihat kecenderungan politik saat ini, sulit terjadi duet Anies-Sandi. Dua sosok ini berada di kolam yang berbeda. Anies kolam ‘kampret’, Sandi kolam ‘cebong’. Dua kutub politik yang sampai kiamat sekalipun sulit disatukan. Gerindra dan Sandi mewakili kubu pemerintah yang berseberangan dengan pendukung Anies. Semangat kubu pemerintah di Pilpres 2024 cuma satu: asal bukan Anies,” katanya kepada wartawan, Jumat 17 September 2021.

PKS dan Gerinda levelnya berbeda

Menurut Adi, level PKS dan Gerindra juga berbeda secara elektabilitas. Jadi PKS tidak memiliki daya jual yang tinggi terhadap Gerindra walaupun mendukung Anies.

“Kedua, pada level kekuatan politik, posisi Anies yang diusung PKS tak terlampau punya daya jual ke Gerindra. Secara partai lebih besar Gerindra dan secara elektabilitas Sandi juga masuk 5 besar. Tak terlampau jauh dengan Anies. Wajar jika Gerindra risi dengan upaya menjodohkan Anies-Sandi. Gerindra sepertinya menganggap Anies dan PKS bukan levelnya lagi,” ujarnya.

Anies belum punya tiket

Pandangan yang sama juga diungkapkan pengamat politik Hendri Satrio. Dia menilai Anies belum punya tiket meski elektabilitasnya tinggi, sedangkan Sandiaga, menurutnya, harus mengantre di belakang Prabowo.

“Apakah mungkin hal ini terjadi. Masalahnya, Mas Anies belum punya tiket walaupun hasil surveinya dua besar tertinggi, sementara Mas Sandi juga belum punya tiket karena harus ngantre di belakang Pak Prabowo,” ujarnya.

Sebagai alat perkuat elektabilitas partai

Menurut Hensat, ada manuver di balik PKS yang tiba-tiba membuka peluang Anies-Sandi. Dia menilai hal ini dijadikan sebagai alat untuk memperkuat elektabilitas partai.

“Menariknya, kenapa PKS mendorong Anies-Sandi padahal yang didorong PKS adalah doktor Salim sebagai capres, ini menarik menurut saya. Jadi jawabannya adalah PKS mendorong ini untuk menjaga elektabilitasnya. Jadi dia siap-siap masuk ke 2024 dengan mencoba mendorong pasangan Anies-Sandi untuk memperkuat elektabilitas dia,” ucapnya.

Padahal, menurut Hensat, PKS memiliki kader yang berpotensi untuk maju menjadi cawapres. Dia menilai hal ini menjadi salah satu upaya PKS untuk menarik perhatian masyarakat.

“Nah, ini menarik, jadi tampaknya PKS sudah mulai bergeliat dan jangan-jangan ada perubahan strategi oleh PKS yang awalnya mendorong doktor Salim sekarang sudah mulai membuka peluang untuk mendorong calon di luar partainya, sementara di PKS sendiri punya calon-calon yang sebetulnya siap isi wapres, Zulkieflimansyah misalnya, Sohibul Iman, bahkan Ahmad Syaiku sendiri itu bisa mengganti posisi wapres,” ucapnya.

“Menurut saya, ini adalah sebuah ilusan yang bisa digunakan sebagai alat untuk menjaga dan meningkatkan elektabilitas PKS, tapi di satu sisi tampaknya PKS testing the water,” lanjut Hensat.(dtk)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Rapat Koordinasi dan Penyerahan SK Perubahan Partai Ummat Kabupaten Bogor

21 Oktober 2021 - 10:03 WIB

Ummat

Komisi V DPR RI Apresiasi Progres Pembangunan SPAM Palasari

21 Oktober 2021 - 08:22 WIB

SPAM

Target Golkar Menang Pemilu 2024, Dinilai Peneliti SMRC Sangat Ambisius

20 Oktober 2021 - 13:33 WIB

Komisi VIII: Sangat Berisiko, Kegiatan Susur Sungai Ditiadakan

19 Oktober 2021 - 16:04 WIB

Susur

Jalan-jalan di Bogor Aquatic Center, Ikan Gabus Channa Curi Perhatian Fajari Aria

18 Oktober 2021 - 21:05 WIB

Center

Tokoh Hebat di Luar Parpol Maju Capres, Terhambat PT 20 Persen

18 Oktober 2021 - 20:28 WIB

Parpol
Trending di Politik