Warga Desa Bojong Koneng Datangi Kantor Desa, Ini Alasannya

Menu

Mode Gelap
Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Kamis 11 Agustus 2022 Pekan Depan, LPSK Umumkan Hasil Asesmen Istri Ferdy Sambo Waspada, BMKG Ramalkan Kota Bogor Hujan, Kamis 11 Agustus 2022 Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Headline · 22 Sep 2021 11:00 WIB

Warga Desa Bojong Koneng Datangi Kantor Desa, Ini Alasannya


 Sebuah alat berat terlihat tengah melakukan penggusuran tanah di lahan yang diduga milik Sentul City. Kendati demikian aktivitas tersebut ditolak warga karena khawatir mengimbulkan longsor di pemukiman warga.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Sebuah alat berat terlihat tengah melakukan penggusuran tanah di lahan yang diduga milik Sentul City. Kendati demikian aktivitas tersebut ditolak warga karena khawatir mengimbulkan longsor di pemukiman warga.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Reaksi terhadap aktivitas penggusuran tanah oleh Sentul City kini datang dari warga Kampung Gunung Batu, RT 01 RW 08, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang. Bahkan mereka mendatangi kantor desa setempat untuk menyampaikan aspirasi terkait keresehan mereka terhadap aktivitas tersebut.

“Maksud kedatangan kami, ingin menanyakan hak-hak warga tentang tapal batas wilayah tanah warga. Karena, disekitar pemukiman kami, tanpa adanya pemberitahuan sedang dilakukan penggusuran oleh PT.Sentul City,” kata Koordinator warga, Ade Imon, usai mendatangi kantor desa, Selasa 21 September 21.

Ade mengungkapkan, di sekitar Kampung Gunung Batu yang ditempati kurang lebih 1000 KK, ada lahan sekitar 150 hektar yang saat ini tengah digusur pihak Sentul City. Warga khawatir dengan pengusuran tersebut berakibat terjadinya longsor dikemudian hari mengingat tidak adanya pagar alam.

“Maka dari itu, kami selaku warga menuntut hak-hak dan kejelasan hukumnya. Kami berharap kepala desa untuk bisa membantu menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Bojong Koneng Rusdy Anwar menjelaskan persoalan warga yang mengadukan hal ini, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan melakukan musyawarah kembali bersama Muspika Kecamatan Babakan Madang.

“Saat ini sudah dibuatkan berita acara musyawarah antara warga dengan kami selaku Pemdes. Tembusan dari surat yang kami buat ditujukan ke Muspika, untuk mengetahui yang terjadi dan bisa diselesaikan bersama-sama,” pungkasnya.(BUC)

Artikel ini telah dibaca 186 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Pemkab Bogor Gercep Tangani Kasus Gizi Buruk di Parung Panjang

11 Agustus 2022 - 14:46 WIB

Kronologi Tabrakan Maut di Tanjakan Selarong Puncak Bogor

10 Agustus 2022 - 19:03 WIB

Brak! Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, 1 Orang Tewas

10 Agustus 2022 - 18:52 WIB

Seekor Buaya Muncul di Kali Cisadane, Remaja Hendak Diterkam

10 Agustus 2022 - 17:17 WIB

buaya kali cisadane

Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Sidak Proyek Peningkatan Jalan Cikeas-Bojong Nangka

10 Agustus 2022 - 15:31 WIB

Jalan Cikeas-Bojong Nangka

TP-PKK Kabupaten Bogor Kembali Turun Ke Desa Lakukan Monev Lomba

10 Agustus 2022 - 07:09 WIB

monev
Trending di Kabupaten Bogor