Gawat! Kasus Covid-19 di Singapura Kembali Melonjak

Menu

Mode Gelap
Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini! Menu Baru Djoeragan Resto, Spicy Chicken Mozzarella with Salad Ponpes di Rumpin Ludes Terbakar, Hubungan Arus Pendek Diduga Jadi Penyebabnya

Headline ยท 9 Sep 2021 17:24 WIB

Gawat! Kasus Covid-19 di Singapura Kembali Melonjak


 Gawat! Kasus Covid-19 di Singapura Kembali Melonjak Perbesar

Bogordaily.net – Setelah sebelumnya sempat melandai, kini kasus Covid-19 di Singapura kembali melonjak. Selasa 7 September 2021 kemarin, negara tetangga Indonesia itu melaporkan kasus harian Covid-19 tertinggi dalam setahun terakhir, yakni 328 kasus.

Seperti diketahui, Singapura merupakan salah satu negara terdepan yang ingin menerapkan hidup ‘berdamai dengan COVID-19’. Namun, hingga saat ini Singapura masih menghadapi lonjakan kasus COVID-19.

Dikutip dari Channel News Asia, Wakil Ketua Gugus Tugas Multi-kementerian COVID-19, Gan Kim Yong, mengatakan bahwa Singapura akan mencabut hampir semua pembatasan sosial apabila negaranya telah memasuki fase endemi.

Endemi COVID-19 dapat terwujud jika sebagian besar populasi telah divaksinasi dan tingkat penularan virus Corona sudah rendah. Sementara itu, cakupan vaksinasi di Singapura sudah sangat tinggi, yakni di atas 80 persen.

Pada 10 Agustus, Singapura mulai melonggarkan pembatasan. Berbagai aktivitas, dari mengadakan pertemuan sebanyak 5 orang hingga makan di tempat, diizinkan oleh pemerintah setempat.

Kebijakan pelonggaran ini disebut sebagai tahap persiapan. Sayangnya, tahapan ini hanya mampu berlangsung selama hampir sebulan, karena kasus COVID-19 di Singapura kembali melonjak.

“Pada saat itu, kita dapat terus menjaga jumlah kasus parah, penyakit terkendali, dan kapasitas perawatan kita terkendali,” kata Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung.

Pada 3 September, Ketua Gugus Tugas Multi-kementerian COVID-19, Lawrence Wong, menegaskan Singapura tidak akan memasuki tahap pelonggaran selanjutnya untuk saat ini, karena penularan virus Corona kembali tinggi.

“Kami tidak bermaksud membuat langkah pembukaan baru pada saat ini, karena ada jeda waktu antara timbulnya infeksi penyakit serius, jadi kami ingin meluangkan waktu untuk memantau situasinya,” jelas Wong.

Kendati demikian, Wong mengatakan bahwa pembatasan ketat juga tidak akan kembali dilakukan, karena tingkat vaksinasi COVID-19 di Singapura sudah tinggi.

“Faktanya, kami hanya akan kembali melakukan pengetatan sebagai upaya terakhir untuk mencegah sistem rumah sakit kami kewalahan,” ucap Wong.(dtk)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Bogor Berikan Apresiasi dan Dukung Kinerja KPAD

18 September 2021 - 19:29 WIB

Gokil! Selegram Ini Rela Tampil Bugil Live Sambil Masturbasi Demi Mendapatkan Rp30 Juta

18 September 2021 - 18:15 WIB

Selegram

Ingat! Parkir Sembarangan di Jalan Raya Puncak, Bakal Dirazia Satpol PP

18 September 2021 - 17:38 WIB

MenKopUKM Tegaskan Kelembagaan Ekonomi Petani Perlu Dibenahi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan

18 September 2021 - 17:05 WIB

Panorama Pabangbon, Wisata Alam di Bogor yang Tengah Hits

18 September 2021 - 16:14 WIB

Cie..Cie! Larissa Chou Akhirnya Mulai Move On. Kira-Kira Siapa Ya yang Bakal Jadi Pengganti Alvin Faiz?

18 September 2021 - 15:46 WIB

Trending di Headline