Antam bersama Holding BUMN Akuisisi Perusahaan Mobil Listrik Asal Jerman

Menu

Mode Gelap
Malang Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,3 Niat Jemput Anak, Seorang Ibu Asal Cigudeg Tewas Tertabrak Truk Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali

Ekonomi · 9 Okt 2021 13:15 WIB

Antam bersama Holding BUMN Akuisisi Perusahaan Mobil Listrik Asal Jerman


 Antam bersama Holding BUMN Baterai Bidik Akuisisi Perusahaan Otomotif Jerman. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (Trenasia.com) Perbesar

Antam bersama Holding BUMN Baterai Bidik Akuisisi Perusahaan Otomotif Jerman. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (Trenasia.com)

Bogordaily.net – Indonesia Battery Corporation (IBC) yang beranggotakan MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sedang memproses akuisisi perusahaan otomotif dari Jerman untuk membangun kendaraan listrik dalam negeri.

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Ichdan mengatakan proses akuisisi ini sudah dalam proses finalisasi dengan IBC akan menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tersebut.

“Perusahaan di Jerman yang share market-nya sudah besar di Eropa dan akan masuk ke Amerika,” ujar Dany menjelaskan ciri-ciri perusahaan yang rencananya di akuisisi tersebut dalam webinar ESG Conference Maybank Sekuritas, dikutip Jumat, 8 Oktober 2021.

Proses akuisisi ini nantinya membuat IBC dapat menggunakan hak kekayaan intelektual perusahaan tersebut dan mengadopsinya untuk mengembangkan industri kendaraan listrik dalam negeri.

Menurut Dany, proses adopsi teknologi ini diperkirakan membutuhkan 1-2 tahun ke depan. Selain adopsi teknologi, IBC juga akan mempelajari proses bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut.

Dany mengatakan transfer teknologi dan adopsi proses bisnis tersebut sudah menjadi bagian dari kesepakatan akuisisi tersebut. Dengan begitu, pengembangan industri ini dapat sejalan dengan pengembangan industri listrik yang sudah ada.

Sayangnya, Dany tidak menyebutkan jelas siapa perusahaan yang akan diakuisisi tersebut. Akan tetapi, lanskap otomotif Jerman sendiri terdiri atas tiga grup perusahaan otomotif besar, yaitu BMW Group, Daimler AG (pemilik Mercedes), dan Volkswagen Group.

BMW Group memiliki tiga perusahaan produsen mobil listrik di dalamnya, BMW sendiri, MINI, dan Rolls-Royce. MINI dan Rolls-Royce aslinya adalah perusahaan Inggris yang diakuisisi BMW. Saat ini, BMW sudah mulai memproduksi mobil listrik dengan sub-model i.

Lalu, Daimler AG adalah perusahaan otomotif yang memiliki Mercedes Benz. Selain Mercedes, Daimler juga memiliki perusahaan-perusahaan otomotif yang kebanyakan memproduksi truk besar. Saat ini, Mercedes Benz juga sudah mulai memproduksi mobil listrik dengan sub-model EQ.

Selanjutnya, Volkswagen (VW) Group adalah perusahaan otomotif dengan pangsa pasar terbesar di Eropa. Tidak tanggung-tanggung, VW juga memiliki 11 perusahaan otomotif di bawah payungnya, termasuk Audi dan Porsche yang juga asli Jerman. Baik VW, Audi, maupun Porsche juga sudah mulai memproduksi mobil listrik.

Selain perusahaan-perusahaan yang sudah disebut di atas, sebenarnya Jerman juga masih memiliki Opel. Opel dimiliki oleh grup General Motors di Amerika Serikat yang juga memiliki Chevrolet, Vauxhall, Wuling, dan lain-lain.***

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sambut Bulan Inklusi Keuangan, PermataBank Gelar Edukasi Literasi Keuangan bersama Employee Volunteer di 59 Lokasi dalam CERITA

23 Oktober 2021 - 15:50 WIB

PermataBank

MenKopUKM: Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung Sukses Dilirik Pasar Global

23 Oktober 2021 - 10:48 WIB

Kerajinan

Dikenal Sebagai Destinasi Wisata Religi, KemenKopUKM Dorong Usaha Mikro Kota Pasuruan

22 Oktober 2021 - 20:37 WIB

Religi

Ciptakan Bisnis yang Sehat, MenKopUKM Harap Koperasi-koperasi Kecil Segera Merger

22 Oktober 2021 - 07:58 WIB

MenKopUKM

Dongkrak Kinerja Ekspor, MenKopUKM Lepas Pengiriman Mangga Gresik ke Singapura

21 Oktober 2021 - 17:33 WIB

Mangga

ICCN 2021: Akselerasi Jejaring Kreatif Bangkit Lebih Kuat Pascapandemi

21 Oktober 2021 - 12:01 WIB

ICCN
Trending di Ekonomi