Lebih dari 100 Gemppar Turun ke Jalan, Tuntut Penyelewengan Aset Negara

Menu

Mode Gelap
Malang Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,3 Niat Jemput Anak, Seorang Ibu Asal Cigudeg Tewas Tertabrak Truk Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali

Kota Bogor ยท 13 Okt 2021 21:47 WIB

Lebih dari 100 Gemppar Turun ke Jalan, Tuntut Penyelewengan Aset Negara


 Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar) demo di depan Rumah Sakit Salak, Jl. Jend. Sudirman No.8, RT 03/RW 07, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada 13 Oktober 2021. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar) demo di depan Rumah Sakit Salak, Jl. Jend. Sudirman No.8, RT 03/RW 07, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada 13 Oktober 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Aksi demo yang menuntut terkait dugaan penyelewengan aset Negara berupa tanah kembali dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar) di depan Rumah Sakit Salak, Jl. Jend. Sudirman No.8, RT 03/RW 07, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada 13 Oktober 2021.

Demo kali ini berjumlah kurang lebih 100 peserta dari kalangan Mahasiswa dan pemuda serta musisi jalanan, mereka datang menggunakan kendaraan pick up, motor, serta beberapa Angkot yang di carter, para demonstran mulai melakukan aksinya sekitar pukul 15.18 WIB.

Setibanya di lokasi, para gemppar disambut oleh 3 lapisan barikade dari petugas Kepolisian dan TNI.

Selain itu para peserta aksi juga mulai membentangkan spanduk yang mereka bawa bertuliskan “Pak Presiden banyak mafia tanah dan pajak di Kota Bogor”.

Jenlap aksi kali ini Fachri menceritakan lebih jelas tuntutannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengenai dugaan penyelewengan aset Negara berupa tanah seluas 23 hektare, di dekat Rumah Sakit dr. Marzoeki Mahdi yang berlokasi di Jl. DR. Sumeru No.114, RT 02/RW 01, Menteng, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor.

“Tadinya itu tanah Kementerian Kesehatan kemudian diapelkan kepada Pemkot Bogor, dari Pemkot dipihak ketigakan lagi kepada pihak Braja Mustika,” kata Fachri kepada Bogordaily.net, Rabu 13 Oktober 2021

Lebih lanjut Fachri membeberkan lebih jelas bahwa pihak Braja Mustika membuat banyak HGB di tanah 23 hektare dan diperjualbelikan, menurut data yang terakhir Fachri terima pada 2020 seharusnya tanah yang di berikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak boleh diperjualbelikan.

“Sampai hari ini tunggakan pajaknya mencapai angka 10 Milyar,” tambahnya Fachri

Harapan kedepannya Fachri mengungkapkan masalah ini bisa terselesaikan dengan cepat, bahkan menurutnya jika tuntutan para peserta aksi tak didengar, mereka akan terus melakukan aksi demo dengan tuntutan yang sama kepada Forkopimda Kota Bogor.***

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kapolresta Bogor Kota Rotasi Dua Kapolsek, Siapa Saja?

23 Oktober 2021 - 16:34 WIB

Kapolresta Bogor Kota

Boxies 123 Mall Gelar Festival Ikan Koi Lokal

23 Oktober 2021 - 15:32 WIB

Fastival Ikan Koi

Tim PHP2D BEM UIKA Tandatangani Kerjasama Mitra Bersama PT. Basuh Power Electric

23 Oktober 2021 - 12:46 WIB

Kodim 0606/Kota Bogor Salurkan Bantuan Beras Sebanyak 1,5 Ton untuk Pengason dan Agen Koran

23 Oktober 2021 - 12:07 WIB

Pengason dan Agen Koran

PHRI Kota Bogor Catat Okupansi Hotel Capai Lebih dari 85 Persen

23 Oktober 2021 - 11:08 WIB

PHRI

Anak-anak Berpotensi Stunting di Kecamatan Bogor Timur Terima Bantuan Telur

22 Oktober 2021 - 20:44 WIB

Di bogor timur
Trending di Kota Bogor