Mediasi Belum Berjalan, Sengketa Tanah Warga vs Sentul City Malah Jadi Anarkis

Menu

Mode Gelap
Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Kamis 11 Agustus 2022 Pekan Depan, LPSK Umumkan Hasil Asesmen Istri Ferdy Sambo Waspada, BMKG Ramalkan Kota Bogor Hujan, Kamis 11 Agustus 2022 Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kabupaten Bogor ยท 5 Okt 2021 12:14 WIB

Mediasi Belum Berjalan, Sengketa Tanah Warga vs Sentul City Malah Jadi Anarkis


 Sebuah alat berat milik Sentul City tengah meratakan  lahan yang ada di Desa Bojong Koneng. Belakangan penggusuran tersebut jadi polemik antar warga dengan Sentul City yang berakibat pengrusakan kantor Desa Bojong Koneng.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Sebuah alat berat milik Sentul City tengah meratakan lahan yang ada di Desa Bojong Koneng. Belakangan penggusuran tersebut jadi polemik antar warga dengan Sentul City yang berakibat pengrusakan kantor Desa Bojong Koneng.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Insiden tindak anarkis pengrusakan Kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang diduga dilakukan oknum warga pada Sabtu 2 Oktober 2021, berawal dari sengketa lahan antara warga dengan PT Sentul City Tbk.

Padahal Pemkab Bogor dan Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor sendiri akan melakukan mediasi antara warga yang bersengketa dengan PT Sentul City Tbk.

Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasit mengaku sangat prihatin dan menyayangkan tindak anarkis tersebut. Padahal sebelumnya akan dilaksanakan mediasi dan musyawarah untuk mencapai kata mufakat.

“Kami menyayangkan dan prihatin atas peristiwa pengrusakan Kantor Desa Bojong Koneng atau sikap anarkis warga, padahal kami akan memfasilitasi mereka untuk memediasi dan musyawarah dengan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan dan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor serta pihak PT. Sentul City Tbk untuk selanjutnya ada kata mufakat sebagai jalan tengah atas sengketa lahan tersebut,” ungkap Cecep kepada wartawan, Senin 4 Oktober 2021.

Guna mencegah tindakan serupa terulang di desa lain, mantan Sekcam Parung ini dibantu kepolisian dan TNI akan melakukan tindakan antisipatif.

“Karena lahan PT Sentul City Tbk ini sangat luas dan bersinggungan dengan delapan desa dan juga kecamatan lain, kami dibantu pihak Kepolisian dan TNI pun akan melakukan beberapa tindakan antisipatif, seperti sosialisasi ke pemerintah desa dan juga warganya serta menghimbau jikalau ada sengketa lahan itu diutamakan penyelesaiannya dengan cara musyawarah dengan pihak yang bersengketa serta jangan mudah terprovokasi hingga mereka tidak tersangkut kasus hukum,” sambungnya.

Ia menuturkan sengketa lahan di wilayahnya muncul, karena adanya urbanisasi, perkembangan wilayah dari perdesaan menjadi perkotaan, melonjaknya harga tanah dan lain sebagainya.

“Harga tanah yang dari harga Rp10 ribu menjadi Rp5 juta per meter, berkembangnya wilayah dari perdesaan menjadi perkotaan dan lain sebagainya ini tentu menjadi salah satu penyebab terjadinya sengketa lahan. Oleh karena itu kami mengimbau, agar masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi jual beli tanah, berkonsultasi dengan Kantor ATR/BPN dan DPKPP Kabupaten Bogor,” pintanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Sentul City Tbk memiliki lahan yang sangat luas yaitu sekitar 3.000 hektare. Selain di Desa Babakan Madang, Bojong Koneng, Sumur Batu, Citaringgul, Cijayanti, Karang Tengah, Cipambuan, Kadumangu, Kecamatan Babakan Madang mereka juga memiliki lahan di Desa Sentul, Kecamatan Citeureup.(ikc/sh)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Pemkab Bogor Gercep Tangani Kasus Gizi Buruk di Parung Panjang

11 Agustus 2022 - 14:46 WIB

Kronologi Tabrakan Maut di Tanjakan Selarong Puncak Bogor

10 Agustus 2022 - 19:03 WIB

Brak! Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, 1 Orang Tewas

10 Agustus 2022 - 18:52 WIB

Seekor Buaya Muncul di Kali Cisadane, Remaja Hendak Diterkam

10 Agustus 2022 - 17:17 WIB

buaya kali cisadane

Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Sidak Proyek Peningkatan Jalan Cikeas-Bojong Nangka

10 Agustus 2022 - 15:31 WIB

Jalan Cikeas-Bojong Nangka

TP-PKK Kabupaten Bogor Kembali Turun Ke Desa Lakukan Monev Lomba

10 Agustus 2022 - 07:09 WIB

monev
Trending di Kabupaten Bogor