Rifki Alaydrus: Kekerasan Pelajar, KCD Wajib Koordinasi dan Evaluasi !

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Advetorial ยท 8 Okt 2021 21:28 WIB

Rifki Alaydrus: Kekerasan Pelajar, KCD Wajib Koordinasi dan Evaluasi !


 Rifki Alaydrus: Kekerasan Pelajar, KCD Wajib Koordinasi dan Evaluasi ! Perbesar

Bogordaily.net – Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Barat atau KCD mendapat sorotan dari salah satu anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor asal PAN, Achmad Rifki Alaydrus.

Legislator muda tersebut menjelaskan melalui sambungan telepon dengan Bogordaily.net, dirinya mengemukakan bahwa dengan terjadi nya peristiwa kekerasan sampai meninggal dunia terhadap salah satu pelajar SMAN 7 Bogor beberapa hari lalu menjadi tamparan keras karena lemah nya koordinasi dan kajian yang dilakukan oleh KCD Pendidikan Wilayah Jawa Barat yang mempunyai otoritas terhadap persiapan, baik uji coba pelaksanaan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) tingkat SMA dan SMK yang ada di Kota Bogor.

“Sepatutnya, KCD dapat melakukan koordinasi menyeluruh terhadap semua elemen, jangan sampai bila sudah kejadian malah unsur Pemkot dan elemen terkait yang juga dibawa pusing dan seola-olah disalahkan,” ungkap Rifki.

Rifki kembali menjelaskan, salah satu fungsi tugas pokok Komisi IV di DPRD Kota Bogor adalah dunia pendidikan. Menjamin kualitas pendidikan dengan semangat persiapan PTM atau PTMT era Covid-19 yang saat ini sedang dipersiapkan jangan sampai kembali dipersoalkan karena kejadian kekerasan pelajar kemarin.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Komisi IV dan para anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor untuk segera memanggil rekan-rekan unsur KCD pendidikan wilayah Jawa Barat. Ini menandakan pentingnya koordinasi dan evaluasi secara menyeluruh dan menjunjung tinggi nilai kearifan lokal yang ada,” ujar Rifki.

Disisi lain, sebagai alumni SMAN 7 Bogor, Achmad Rifki Alaydrus menyampaikan rasa duka yang mendalam dan prihatin atas kejadian kekerasan sampai membuat korban meninggal dunia, korban tercatat sebagai pelajar SMAN 7 Bogor.

“Saya berharap proses hukum berjalan dengan baik. Pelaku kekerasan tersebut dapat hukuman seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Pria 36 tahun itu.

Kedepan proses PTMT siswa SMA dan SMK yang ada di Kota Bogor wajib kita kawal bersama. Misalnya dengan melakukan sweeping di jam berangkat dan jam pulang sekolah, agar tidak ada kerumunan atau kumpul-kumpul yang tidak penting, apalagi saat ini kita masih dalam masa Pandemi Covid-19.

“Mari kita jaga bersama. Pelajar adalah asset bangsa. Kelak mereka yang akan melanjutkan perjuangan kita semua dalam membangun Kota Bogor tercinta ini, membangun bangsa secara keseluruhan,” pungkas Achmad Rifki Alaydrus. ****

(Raka)

 

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Publikasi Kinerja Dinas Koperasi UKM 2021

29 November 2021 - 12:32 WIB

Semua Makin Mudah, Laporkan Gangguan Kelistrikan Lewat PLN Mobile

28 November 2021 - 14:35 WIB

mobile

PollsterRp dan Bung Hatta di Mata Rizal Ramli

28 November 2021 - 13:28 WIB

PollsterRp

Wujudkan Kulit Indah dan Tampak Sehat Terawat bersama Latika Skincare

26 November 2021 - 23:03 WIB

Latika

Pemuda Pancasila Geruduk DPR, Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf

25 November 2021 - 15:52 WIB

Bantu Warga Positif Covid-19, MPC Pemuda Pancasila Gandeng Polres Bogor Kota

Semakin Dekat, PLN UP3 Bogor Beri Sosialisasi Bagi Electrizen Muda

25 November 2021 - 15:13 WIB

sosialisasi PLN
Trending di Advetorial