Terbentur Lahan Milik TNI, Jalan Samisade Desa Ciampea Dialihkan

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Kabupaten Bogor ยท 20 Okt 2021 18:53 WIB

Terbentur Lahan Milik TNI, Jalan Samisade Desa Ciampea Dialihkan


 Terbentur Lahan Milik TNI, Jalan Samisade Desa Ciampea Dialihkan Perbesar

Bogordaily.net – Pembangunan jalan dari dana Samisade di Desa Ciampea, Kabupaten Bogor terpaksa harus dialihkan ke lokasi lain. Hal itu disebabkan masalah izin dengan pihak kesatuan TNI. Akibatnya pembangunan jalan yang dapat menjadi akses wisata desa tertunda.

Sebelumnya, pemerintah desa setempat tengah membangun jalan di Kampung Mekarjaya menggunakan anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade), program unggulan Bupati Bogor.

“Untuk tahap ke dua ini ada pengalihan, yang sebelumnya jalan di Kampung Mekarjaya, sekarang dialihkan ke Kampung Gedong di RW yang sama,” ujar Kepala Desa Ciampea, Suparman kepada wartawan, Rabu 20 Oktober 2021.

Menurutnya, pembangunan jalan itu terkendala izin dari pemilik lahan yang merupakan salah satu lembaga TNI.

Pengalihan pun dilakukan berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri aparat polsek, koramil, aparat kecamatan dan tokoh masyarakat.

“Izin dari Kopassus dan dari Korem belum keluar, hanya izin untuk tahap pertama, daripada anggaran kita endapkan akan jadi masalah,” ungkap Suparman.

Dipilihnya jalan di Kampung Gedong pun atas kesepakatan Musdes, di mana jalan tersebut tersambung juga ke Kampung Mekarjaya. Sementara rencana peningkatan akses wisata di Kampung Mekarjaya terpaksa tertunda.

Suparman menambahkan, pihaknya akan membahas kembali rencana tersebut bersama pihak Kopassus dan Korem juga pengusaha yang menggunakan akses tersebut.

“Karena ada beberapa pengusaha juga yang komplain kalau dimulai pengecoran, mereka tidak bisa usaha,” jelasnya.

Meskipun begitu, tokoh masyarakat setempat, Nana Sukana menilai pengalihan pembangunan jalan itu merupakan pilihan yang tepat.

Apalagi Jalan di Kampung Gedong merupakan jalan alternatif yang padat mobilitas.

“Selama ini kondisi jalannya rusak, berlubang di beberapa bagian dan ini dipakai dua puluh empat jam,” tandas Nana.***

 

(Ruslan)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hati-hati Bocah Kecil Jadi Sasaran Penjambret Handpone

29 November 2021 - 09:56 WIB

Kades Berharap Perbaikan Jalan Letnan Sukarna Ciampea Diprioritaskan

28 November 2021 - 17:24 WIB

Jalan Letnan Sukarna

Ade Yasin optimis, Kabupaten Bogor bisa PPKM Level 1

28 November 2021 - 16:00 WIB

ppkm level 1

Antisipasi Klaster Baru Pasca Nataru, Polda Jabar Tetapkan Sistem Ganjil Genap

28 November 2021 - 09:59 WIB

Sistem Ganjil Genap

Ade Yasin: Peran Ulama Sangat Penting dalam Mengajak Masyarakat untuk Divaksin

28 November 2021 - 08:00 WIB

Ulama

Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target

27 November 2021 - 16:48 WIB

DP3
Trending di Kabupaten Bogor

Sorry. No data so far.