Bogordaily.net –Â Tren kunjungan wisatawan di Candi Borobudur, mengalami peningkatan. Sekalipun peningkatan tersebut belum secara signifikan.
Berdasarkan data yang ada, Candi Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ini mulai uji coba pembukaan. Jumlah kunjungan wisatawan selama bulan September ada 5.900 orang.
Kemudian, pada bulan Oktober ini hingga, Jumat 22 Oktober 2021, terdata sebanyak 18.530 wisatawan. Selain itu, wisatawan mancanegara mulai ada.
“Kalau trennya meningkat dari hari ke hari. Nanti akan terjadi peningkatan yang sangat signifikan itu kalau anak-anaknya sudah boleh masuk,” kata Wakil Sementara General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, Jamaludin Mawardi di Candi Borobudur, Sabtu 23 Oktober 2021.
“Ini terjadi di Prambanan. Pengunjung (Prambanan) jauh lebih banyak daripada Borobudur karena anak-anak sudah boleh masuk, karena level 2. Padahal dalam kondisi biasa, Borobudur itu (pengunjung) selalu di atas Prambanan,” kata Jamal.
Pihaknya hampir tiap harinya memutar balikkan rombongan pengunjung yang membawa anak-anak. Mereka biasanya datang bersama orangtuanya yang sudah divaksin, namun anaknya belum divaksin sehingga diputar balik.
“Masih (putar balik), setiap hari rata-rata di atas 100, ya sekitar 28 sampai 30 persen ya orangnya, rata-rata adalah rombongan. Karena orangtua sudah vaksin, tapi ada anak-anaknya, lha anak-anaknya itu yang nggak boleh masuk, ya satu rombongan akhirnya putar balik. Kasusnya seperti itu kebanyakan,” tutur Jamal.
“Kebijakan kemarin itu yang anak-anak juga belum berlaku di Borobudur. Ini masih mempengaruhi minat untuk ke Borobudur, makanya anak-anak yang belum diizinkan,” katanya.
Jamal menambahkan, wisatawan mancanegara mulai berkunjung di Candi Borobudur sekalipun jumlahnya masih sedikit. Sekalipun per harinya tidak mesti ada untuk wisatawan mancanegara.
Satu, dua, ada (wisman). Ada wisatawan mancanegara yang sudah masuk, tapi rata-rata per hari nggak mesti ada laporan,” tuturnya.***