10 Personel Militer Iran Diadili Atas Jatuhnya Pesawat Maskapai Ukraina

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Internasional ยท 22 Nov 2021 10:42 WIB

10 Personel Militer Iran Diadili Atas Jatuhnya Pesawat Maskapai Ukraina


 kondisi pesawat maskapai Ukraina yang ditembak jatuh Iran (Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Perbesar

kondisi pesawat maskapai Ukraina yang ditembak jatuh Iran (Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Bogordaily.net – Sepuluh personel militer Iran diadili pada hari Minggu 21 November 2021, waktu setempat sehubungan dengan jatuhnya pesawat penumpang Ukraina pada tahun 2020.

Pada 8 Januari 2020, penerbangan maskapai Ukraine International Airlines PS752 jatuh tak lama setelah lepas landas dari ibu kota Iran, Teheran, menewaskan semua 176 orang di dalamnya. Kebanyakan dari mereka adalah warga Iran dan Kanada, termasuk mereka yang berkewarganegaraan ganda.

Republik Islam itu mengakui tiga hari kemudian bahwa pasukannya secara keliru menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 tujuan Kiev, Ukraina itu dengan dua rudal yang dilepaskan.

Sebuah laporan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Iran yang dirilis pada bulan Maret menyalahkan penembakan jet tersebut pada “kesalahan manusia”.

Seperti diberitakan AFP, Senin 22 November 2021, badan peradilan Mizan Online melaporkan, persidangan hari Minggu tersebut diadakan di pengadilan militer di provinsi Teheran.

“Sepuluh terdakwa dari pangkat (militer) yang berbeda hadir di pengadilan,” katanya.

Menurut Mizan Online, 103 orang telah mengajukan pengaduan ke pengadilan menuntut “penyelidikan yang tidak memihak” untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat dan membawa mereka ke pengadilan.

Badan tersebut, mengutip perwakilan penuntut, menambahkan bahwa penggugat juga menuntut “agar faktor-faktor yang menghambat pencarian kebenaran diketahui”.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat pada saat insiden itu terjadi.

Pertahanan udara Iran berada dalam kondisi siaga tinggi untuk serangan balik AS setelah Teheran menembakkan rudal ke pangkalan militer di Irak yang digunakan oleh pasukan AS.

Rudal-rudal itu ditembakkan sebagai respons atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, yang mengepalai operasi asing Korps Garda Revolusi Islam Iran, dalam serangan pesawat tak berawak AS di dekat bandara internasional Baghdad.

Pemerintah Iran telah menawarkan untuk membayar US$ 150.000 sebagai ganti rugi kepada keluarga dari 175 korban.

Tetapi Kanada, yang kehilangan 55 warga negaranya dan 30 penduduk tetap dalam tragedi itu, bersikeras akan terus mencari jawaban dan memastikan bahwa Iran “mengambil tanggung jawab penuh dan membayar ganti rugi penuh”.***

Sumber:detikcom

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Penuh Aktor Top, “The Silent Sea” Disebut Akan Jadi Series Korea Hit

28 November 2021 - 17:45 WIB

The silent sea

Bikin Melongo, Pria di Inggris Beli Tank Bekas untuk Dijadikan Taksi

28 November 2021 - 11:00 WIB

Tank bekas

Aksi Para Pengepul Kokain di Pelabuhan Rotterdam

27 November 2021 - 14:55 WIB

Pelabuhan Rotterdam

Arab Saudi Larang Pengunjung Ambil Foto dan Video di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Kenapa Ya?

25 November 2021 - 16:01 WIB

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Waduh! Korut Hukum Mati Orang Yang Selundupkan Serial Squid Game

25 November 2021 - 13:24 WIB

Squid game

Oret-oretan Rumus Teori Relativitas Terjual Rp176,4 Miliar

25 November 2021 - 11:34 WIB

teori relativitas
Trending di Internasional

Sorry. No data so far.