Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Mahalnya Harga Barang di Papua, KemenKopUKM Tawarkan Bentuk Koperasi Distribusi

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Ekonomi ยท 25 Nov 2021 16:27 WIB

Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Mahalnya Harga Barang di Papua, KemenKopUKM Tawarkan Bentuk Koperasi Distribusi


 Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Mahalnya Harga Barang di Papua, KemenKopUKM Tawarkan Bentuk Koperasi Distribusi Perbesar

Bogordaily.net – Terkait mengatasi masalah kemiskinan ekstrim dan mahalnya harga barang di Provinsi Papua, Kementerian Koperasi dan UKM menawarkan untuk membuat Koperasi Distribusi kebutuhan sembako dan Holding (Induk Koperasi) di Papua, serta primer-primer di Kabupaten dan kota.

“Dengan langkah ini, kemahalan dan kemiskinan secara perlahan akan teratasi, termasuk masalah instabilitas,” tandas Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun Siagian, pada acara pembukaan Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian, di Kota Jayapura, Papua, Rabu 24 November 2021.

Di depan para peserta pelatihan yang diselenggarakan pada 24-26 November 2021, Nasrun mengakui, untuk mewujudkan koperasi tersebut tidaklah mudah.

Salah satunya, harus dipersiapkan SDM dari kalangan milenial yang kuat dan dukungan seluruh pihak.

“Di dalamnya mencakup membangun infrastruktur koperasi di masing-masing distrik, permodalan, rantai pasok dari pabrikan, transportasi, dan keamanan dan sosialisasi massif kepada masyarakat pentingnya membentuk dan menjadi anggota koperasi,” jelas Nasrun.

Nasrun optimis, jika konsep ini terwujud, masalah kemiskinan ekstrim dan kemahalan harga di disrik-distrik di Papua dapat diatasi.

Nasrun pun menekankan pentingnya kehadiran koperasi yang mewadahi para Mama-Mama pedagang Pasar Papua.

“Koperasi sangat cocok dengan budaya kekerabatan dan solidaritas orang Papua, yang sangat guyub,” kata Nasrun.

Untuk itu, Nasrun mengajak Mama-Mama pasar Papua untuk mewujudkan solidaritas yang tinggi tersebut dalam kekuatan ekonomi dalam wadah koperasi.

“Pasalnya, koperasi merupakan milik bersama yakni dari, oleh dan untuk anggota, koperasi adalah entitas atau lembaga ekonomi yang berwatak sosial dan berazas kekeluargaan,” imbuh Nasrun.

Keuntungan menjadi anggota koperasi, lanjut Nasrun, selain ada Sisa Hasil Usaha (SHU) di akhir tahun, juga akan menerima manfaat dari koperasi. Misalkan, tambahan permodalan, pinjaman biaya anak sekolah (pakaian seragam, biaya kuliah), biaya berobat.

“Tentunya, dengan margin bunga yang rendah karena merupakan keperluan mendasar,” ulas Nasrun.

Oleh karena itu, menurut Nasrun, komunitas Mama-Mama pasar Papua, harus bergandengan tangan, dan memberikan pelayanan dengan senyum, sapa, dan ramah, serta harga yang wajar.

“Lebih baik margin keuntungan sedikit, tetapi barang laris, dan kesan positif dari masyarakat akan timbul bahwa belanja di pasar Mama-Mama Papua itu menyenangkan,” tukas Nasrun.

Kepada para pendamping UKM, Nasrun juga menyampaikan pentingnya inovasi dan kreativitas pasar Mama-Mama Papua, untuk menciptakan produk makanan olahan yang bervariasi dan market oriented.

“Kami dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, terus memonitor dan akan memberikan perhatian khusus kepada pasar Mama-Mama Papua,” kata Nasrun.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Oemah Laduani Ladami mengakui bahwa, permasalahan di Papua utamanya adalah SDM, baik SDM Aparatur maupun SDM UMKM, serta kemahalan harga.

Laduani pun sepakat untuk membentuk semacam koperasi distribusi untuk mengantisipasi mahalnya harga produk di Papua.

“Tetapi, untuk mewujudkan itu, butuh kolaborasi dan sinergi, serta perjuangan ekstra, karena melibatkan banyak stakeholder. Kita harus memulai dengan terlebih dahulu menyiapkan SDM dan Kelembagaannya,” kata Laduani.

Sementara itu, Irman Meilandi sebagai expert dan pendamping yang cukup lama dan malang melintang di Tanah Papua, sangat memahami kultur masyarakat Papua, dan berkeyakinan dengan pendampingan yang berkesinambungan dengan melibatkan generasi milenial dan mengajarinya berbisnis bersama-sama melalui koperasi, permasalahan kemiskinan yang mengakibatkan instabilitas secara perlahan akan bisa diatasi.***

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Total Penyaluran BPUM 2021 Rp15,36 Triliun kepada 12,8 Juta Usaha Mikro

29 November 2021 - 09:23 WIB

MenKopUKM: Pemerintah Akan Lakukan Revitalisasi Koperasi Berbasis Sektor Produksi

28 November 2021 - 10:14 WIB

Koperasi Berbasis Sektor Produksi

Harga Rumah Kota Bogor Stagnan dan Jadi Favorit Pencari Hunian

27 November 2021 - 15:04 WIB

KemenKopUKM Dorong Pembentukan Ekosistem Kondusif Koperasi dan UKM

26 November 2021 - 19:50 WIB

Ekosistem

Live Shopping KemenKopUKM Diharapkan Lahirkan UKM Go Digital

25 November 2021 - 19:22 WIB

Live Shopping

Dongkrak UKM Go Global, KemenKopUKM Luncurkan Portal Nasional SMEsta.id

25 November 2021 - 15:21 WIB

Portal Nasional SMEsta.id
Trending di Ekonomi

Sorry. No data so far.