KemenKopUKM Luncurkan Portal Nasional SMEsta.id

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Ekonomi · 25 Nov 2021 15:21 WIB

Dongkrak UKM Go Global, KemenKopUKM Luncurkan Portal Nasional SMEsta.id


 Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam lauching SMEsta.id di Jakarta, Kamis 25 November 2021. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam lauching SMEsta.id di Jakarta, Kamis 25 November 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan sekaligus meresmikan portal UKM Nasional SMEsta.id (Small and Medium Enterprises Station).

Kehadiran portal nasional ini diharapkan bisa mendongkrak target UKM ekspor hingga 17 persen secara nasional pada 2024.

SMEsta.id merupakan portal UKM Nasional berbasis website/katalog digital yang menyediakan informasi lengkap mengenai program pelatihan UKM, pembiayaan, perluasan pasar, perizinan dan standardisasi, persyaratan dan kriteria ekspor impor, market intelligence, serta peluang usaha di beberapa negara yang terintegrasi secara regional dengan portal ASEAN Access.

Portal SMEsta.id adalah hasil koloborasi KemenKopUKM bersama Kedutaan German melalui ASEAN SMEs GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH), serta Kadin.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi hasil kolaborasi tersebut serta dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan SMEsta.id.

“SMEsta hadir sebagai dukungan kepada UKM Indonesia, terutama dalam hal promosi dan perluasan pasar. Launching SMEsta ini diharapkan membuka pangsa pasar baru bagi UKM ekspor. Sehingga ini menjadi bagian dari kenaikan target ekspor hingga 17 persen di 2024 bisa tercapai,” ucap Teten dalam lauching SMEsta.id di Jakarta, Kamis 25 November 2021.

“Di 2024 kami optimis UKM yang tergabung dalam SMEsta ini bisa mencapai 10.000 UKM. Selain itu, target 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital di 2024. Di mana saat ini telah mencapai 16,4 juta atau naik sebesar 25,6 persen. Angka ini tumbuh luar biasa, hampir 105 persen dibanding sebelum pandemi yang hanya 8 juta UMKM,” kata Teten.

Teten menambahkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari transaksi e-commerce yang juga naik 54 persen atau lebih dari 3 juta transaksi per hari.
Tercatat pendapatan e-commerce mencapai 44 miliar dolar AS atau setara Rp 640 triliun selama pandemi dan diproyeksi mencapai 124 miliar dolar AS atau setara Rp 1.700 triliun pada 2025.

“Angka tersebut sangat besar. Launching SMEsta ini sangat relevan. Untuk itu, kami mengajak seluruh UMKM nasional untuk masuk portal SMEsta, memperluas informasi, serta mendorong UMKM berjaya di dalam dan luar negeri. Semoga menberikan dampak besar bagi UMKM Tanah Air,” harap Teten.

Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman menambahkan, saat ini jumlah UKM yang telah bergabung pada Portal UKM Nasional SMEsta mencapai 1.521 UKM ekspor dan 9 Mitra Pendukung UKM.

Ke depan diharapkan Portal UKM Nasional ini akan diperluas melalui integrasi ke dalam laman pengadaan barang dan jasa pemerintah (e-katalog dan bela pengadaan).

“Serta menjadi katalog promosi produk UMK di dalam dan luar negeri, dengan dampak yang lebih luas khususnya dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Portal Nasional SMEsta.id

Hanung menegaskan, tujuan dari Portal UKM Nasional adalah menyediakan informasi terkait pendaftaran usaha, perizinan, sertifikasi, pelatihan, akses pasar, sampai dengan pembiayaan.

Serta membangun ekosistem UKM, memperkuat jaringan dan Database UKM (ekatalog), dan Mitra Pendukung Ekspor. Juga mendukung verifikasi dan validasi informasi UKM ekspor dan Mitra UKM pendukung ekspor.

Di kesempatan yang sama, Cluster Coordinator ASEAN GIZ Sergey Makarov mengatakan, pihaknya merasa terhormat bisa bergabung dan bersama-sama berkontribusi mendorong UMKM Indonesia bisa berkembang dan memperluas pasarnya hingga ke kawasan regional.

“UMKM Indonesia terbukti resilient terhadap krisis yang terjadi saat ini. Diharapkan dengan terbentuknya SMEsta, UMKM Indonesia terus berkontribusi bagi ekonomi nasional,” tuturnya.

GIZ dalam hal ini sendiri menjadi lembaga non profit pemerintah Jerman yang bermitra dengan 130 negara di seluruh dunia dalam membantu pengembangan perekonomian.

Kerja sama GIZ ini membantu mengembangkan portal SMEsta.id bersama KemenKopUKM.

Turut hadir dalam acara itu, Cluster Coordinator ASEAN GIZ Sergey Makarov, Principal Advisor ASEAN SMEs GIZ Till Ahnert, serta President Director International Chamber of Commerce Indonesia Ilham Habibie.***

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Total Penyaluran BPUM 2021 Rp15,36 Triliun kepada 12,8 Juta Usaha Mikro

29 November 2021 - 09:23 WIB

MenKopUKM: Pemerintah Akan Lakukan Revitalisasi Koperasi Berbasis Sektor Produksi

28 November 2021 - 10:14 WIB

Koperasi Berbasis Sektor Produksi

Harga Rumah Kota Bogor Stagnan dan Jadi Favorit Pencari Hunian

27 November 2021 - 15:04 WIB

KemenKopUKM Dorong Pembentukan Ekosistem Kondusif Koperasi dan UKM

26 November 2021 - 19:50 WIB

Ekosistem

Live Shopping KemenKopUKM Diharapkan Lahirkan UKM Go Digital

25 November 2021 - 19:22 WIB

Live Shopping

Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Mahalnya Harga Barang di Papua, KemenKopUKM Tawarkan Bentuk Koperasi Distribusi

25 November 2021 - 16:27 WIB

Koperasi Distribusi
Trending di Ekonomi

Sorry. No data so far.