Hati-hati! Sabun dan Shampo Buat Junub tak Syah Loh, Ini Penjelasan Gus Baha

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Tokoh ยท 24 Nov 2021 13:01 WIB

Hati-hati! Sabun dan Shampo Buat Junub tak Syah Loh, Ini Penjelasan Gus Baha


 Gus Baha. (Instagram@kajian.gusbaha/Bogordaily.net) Perbesar

Gus Baha. (Instagram@kajian.gusbaha/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Mandi junub merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui, sebab berkaitan dengan sah atau tidaknya suatu ibadah. Menurut Gus Baha, saat mandi junub, tidak boleh ada sabun atau shampo terlebih dahulu sampai mandi junub selesai. Sebab lanjut Gus Baha, shampo atau sabun akan berpotensi merubah sifat air, sehingga menyebabkan tidak sah.
“Syaratnya mandi atau wudhu itu jangan ada di tubuh sesuatu yang merubah air, misal sabun, shampo atau yang lainnya,” ujar Gus Baha.
“Makanya kayak orang mandi junub itu banyak yang salah, jadi 1 ciduk air langsung pakai shampo,” sambungnya.

Karena menurut dia adanya sabun dan shampo itulah kemudian air berikutnya tidak bisa menghilangkan hadats besar.
“Berarti semua air ini tidak bisa menghilangkan hadats besar, karena posisi air yang menyebar sudah menjadi yoghoyyiru ma (mengubah),” jelasnya.
Gus Baha juga menjelaskan cara mandi junub yang besar agar dapat menghilangkan hadats besar.
“Ketika waktu mandi junub dari kepala, ya sudah kepala itu awwalul gushli. Kalau kamu siram wajah dulu, ya wajah awwalul gushli,” katanya.
Begitupun ketika orang mandi dada dulu, disiramkan di dada saat pertama kali, berarti dada itu disebut awwalul gushli.
“Pokoknya yang setiap bersamaan niat, awwalul fardhi, faham ya, jadi bebas, semua bentuknya awal bebas, cuma apapun pilihan Anda, langsung dibersamai niat,” bebernya.
Gus Baha menegaskan sesuatu yang tidak dibarengi dengan niat, maka hal tersebut tidak dihitung sebagai mulai fardhu.
“Misalnya ada orang junub, terus ada sisa-sisa mani langsung dia mandi junub disiram, kan air yang melewati mani tadi, potensinya menjadi mutaghoyyir (berubah) karena mani tadi,” terangnya.
Sehingga jika air tersebut menjadi mutaghoyyir, maka air tersebut tidak memiliki kemampuan rof’ul janaban.
“Makanya halangan-halangan itu harus dihilangkan, dan kotoran yang berpotensi merubah air harus kita hilangkan, termasuk adat memakai shampo itu dihentikan ya, bahaya itu,” tambahnya.
“Jadi misalnya nawaitu raf’al hadtsil akbar terus kami pakai shampo, resikonya tadi semua proses ini mutaghoyyir, karena berbau shampo,” jelasnya.
Kecuali lanjut Gus Baha, jika Anda dapat memastikan shampo itu bersih, namun kemungkinan hal itu sangat kecil.
“Ya itu tadi buktinya, barangkali kamu menyangka mandi sudah selesai, begitu pakai handuk masih berbusa, lah masih berbusa kan bukti semua air tadi kita berbau shampo, berarti statusnya mutaghoyyir,” jelasnya.
Karena itu Gus Baha berpesan untuk mandi junub tidak perlu tidak mamakai sabun atau shampo terlebih dahulu sampai selesai mandi junub, setelah itu baru bisa memakai sabun atau shampo itu. “Jadi nanti seumpama tidak bersih-bersih banget, sudah selesai. Ya jadi jangan sampai ada sesuatu yang seperti meniru apa, mutaghoyyir,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Terpilih Lewat Aklamasi, M Abdul Mukhtar Pimpin Koordinator Pusat BEM RI

28 November 2021 - 07:30 WIB

Pusat Bem

Ketua DPW Hanura Jabar Dukung Ridwan Kamil Jadi Capres 2021

27 November 2021 - 20:44 WIB

Hanura jabar

Rayakan 50 Tahun Pernikahan, Luhut: Saya Berutang Banyak ke Istri

27 November 2021 - 16:04 WIB

pernikahan Luhut

Atang Harap Pemkot Bangun Pendidikan dan Kesehatan dari BLBI

26 November 2021 - 15:28 WIB

Dari BLBI

Sapta Bela Hadiri Pelantikan Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Bogor

25 November 2021 - 19:54 WIB

Ketua Pemuda Katolik

Tinjau Pelayanan Drive Thru Disdukcapil, Fajari: Sangat Mempermudah Warga

24 November 2021 - 20:34 WIB

Layanan drive thru
Trending di Tokoh