Ini 4 Pesan Penting dari UNICEF untuk Lindungi Kesehatan Mental Keluarga

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Kesehatan · 25 Nov 2021 16:15 WIB

Ini 4 Pesan Penting dari UNICEF untuk Lindungi Kesehatan Mental Keluarga


 Ini 4 Pesan Penting dari UNICEF untuk Lindungi Kesehatan Mental Keluarga Perbesar

Bogordaily.net – Pandemi Covid-19 praktis mengubah seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak hanya masalah kesehatan fisik, kesehatan jiwa pun turut terganggu karena diberlakukannya pembatasan sosial dan aktivitas masyarakat. Hal ini menjadi perhatian UNICEF, yang menyebut masalah kesehatan mental rentan menyerang keluarga yang terdampak pandemi, terutama kelompok anak-anak dan remaja.

Menyikapi hal ini, Unicef bersama Ahli Psikologi remaja yang juga penulis best-seller dan kolumnis bulanan New York Times Dr. Lisa Damour mengungkap beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama masa ini.

1. Rasa cemas adalah hal normal
Hal pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah mengatakan kepada anak remaja mereka bahwa merasa cemas itu normal. Pasalnya, banyak para remaja yang mengira kecemasan adalah tanda dari gangguan mental.

“Padahal kenyataannya, para psikolog sudah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri,” kata Lisa, dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19.

Oleh karenanya, ia mengungkapkan para remaja tersebut akan terbantu jika orang tua bisa menenangkannya dengan menjelaskan bahwa rasa cemas yang tengah dihadapi merupakan hal yang masuk akal.
“Kamu memang sudah seharusnya merasa seperti itu. Dan kecemasan itu akan membantumu membuat keputusan yang perlu dibuat saat ini,” ungkap Lisa.

2. Lihat ke depan
Para orang tua juga harus membantu para anak remajanya untuk melihat ke depan, jangan hanya terfokus pada situasi pandemi.

“Katakan pada mereka, “Ibu/Ayah tahu bahwa saat ini kamu merasa sangat khawatir mengenai kemungkinan terkena COVID-19. Tapi salah satu alasan mengapa kami memintamu melakukan protokol kesehatan adalah juga cara kita untuk menjaga masyarakat sekitar. Kita juga memikirkan orang-orang di sekitar,” jelas Lisa.

3. Beri bantuan

Para orang tua juga bisa mengajari anak remajanya dengan menawarkan hal-hal yang bisa mereka lakukan lebih jauh untuk membantu orang lain. Contohnya seperti memberi donasi makanan kepada orang membutuhkan, atau mencari daerah di mana masyarakatnya membutuhkan bantuan.

“Memberi dukungan kepada mereka dengan tetap menjaga social distancing. Mencari cara untuk menolong orang lain akan membantu anak muda untuk merasa lebih baik sehingga merasa lebih bermanfaat,” ungkap Lisa.

4. Mencari pengalihan

Para psikolog menyadari ketika kita berada dalam kondisi sangat sulit maka dibutuhkan distraksi atau pengalihan. Bantulah anak Anda untuk menemukan hal baik yang bisa mengalihkan perhatiannya.

Lisa tidak memungkiri saat ini adalah masa sulit yang kemungkinan akan berlangsung dalam waktu lama. Oleh sebab itu, akan sangat membantu untuk mengenali masalah menjadi dua kategori; yakni hal-hal yang bisa dikendalikan, dan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan.

“Berdiskusi tentang COVID-19 dan kecemasan bisa membantu meringankan beban, tetapi terkadang perlu juga untuk tidak membicarakan hal tersebut agar tidak merasa terlalu terbebani. Membantu anak Anda menemukan keseimbangan yang tepat dari kedua hal tersebut akan sangat bermanfaat,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Antisipasi Varian Omicron, Warga 8 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

29 November 2021 - 11:39 WIB

Cek Jadwal Praktik Poliklinik Urologi RSOP Ciamis

28 November 2021 - 15:35 WIB

urologi

Ini Alasan Orang Tua Sering Kehilangan Nafsu Makan

28 November 2021 - 11:26 WIB

nafsu makan

Kapolri dan Bupati Ade Yasin Tinjau Vaksinasi Serentak Indonesia

27 November 2021 - 16:02 WIB

Kapolri dan Bupati Ade Yasin Tinjau Vaksinasi Serentak Indonesia

Percepat Vaksinasi, Polresta Bogor Kota Gelar Vaksinasi di Puskesmas Kedung Badak

27 November 2021 - 15:35 WIB

Percepatan Vaksinasi, Polresta Bogor Kota Lakukan Vaksinasi Serentak Indonesia di Puskesmas Kedung Badak

Muncul Varian Baru, Negara di Dunia Ramai-ramai Melarang Warganya ke Afrika

27 November 2021 - 14:45 WIB

Trending di Kesehatan

Sorry. No data so far.