Kini Kawasan Cadas Pangeran Tempat Yana Hilang Mulai Diburu Wisatawan

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Wisata ยท 22 Nov 2021 16:17 WIB

Kini Kawasan Cadas Pangeran Tempat Yana Hilang Mulai Diburu Wisatawan


 Kawasan Cadas Pangeran yang saat ini mulai diburu wisatawan. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Kawasan Cadas Pangeran yang saat ini mulai diburu wisatawan. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Ada fakta menarik pasca Yana Supriyatna hilang di daerah Cadas Pangeran Sumedang. Kini nama daerah yang terkenal dengan mitos dan misteri itu jadi naik daun dan mulai diburu wisatawan.

Buktinya ketimbang fakta penemuan Yana yang ajaib, warganet malah penasaran mencari tahu perihal lokasi hilangnya Yana di Cadas Pangeran, Sumedang. Dipercaya, daerah itu memang sarat kisah mistis.

Dilansir dari situs resmi Pemprov Jabar, Senin 22 November 2021, Cadas Pangeran merupakan sebuah jalan yang dibangun tahun 1809 pada masa penjajahan Belanda. Lokasinya berada sekitar 7 km barat daya dari Kabupaten Sumedang.

Di kalangan masyarakat sendiri, jalan yang menghubungkan Bandung, Sumedang, Majalaengka dan Cirebon itu memang cukup berbahaya dan angker.

Cadas Pangeran dipandang berbahaya lantaran memiliki tikungan berkelok tajam, juga sejumlah tanjakan dan turunan curam. Salah satu sisinya berhadapan dengan jurang menganga yang di bawahnya terhampar hutan lumayan lebat.

Perihal keangkeran Jalan Cadas Pangeran bisa dilacak sejak awal pembangunannya yang sulit dan menelan banyak korban jiwa. Sekitar lima ribuan pekerja kehilangan nyawa akibat bekerja rodi mengikis perbukitan berlereng curam nan terjal serta memangkas material batu cadas nan keras hanya dengan peralatan dan kemampuan serba terbatas, perbekalan tidak sepadan, terjatuh dari atas tebing, dijangkiti penyakit, hingga dimangsa binatang buas di tengah hutan belantara.

Di area sekitar Cadas Pangeran terdapat beberapa makam dengan batu nisan tanpa nama. Makam-makam tersebut diyakini warga setempat merupakan tempat peristirahatan terakhir para pekerja paksa atau rodi pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang memerintahkan pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan tahun 1808.

Bukan hanya makam para pekerja paksa, masih di sekitar kawasan Cadas Pangeran terdapat batu yang juga diyakini masyarakat setempat sebagai petilasan Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX, Bupati Sumedang yang menentang kesewenang-wenangan Daendels terhadap masyarakat Sumedang yang menjadi pekerja paksa pada pembuatan Jalan Cadas Pangeran.

Sejarah kelam pembuatannya pada zaman penjajahan Belanda memperkuat julukan seram pada Jalan Cadas Pangeran. Kendati sekarang telah berkurang, banyak mitos dan cerita mistis yang dituturkan dari mulut ke mulut penduduk sekitar Jalan Cadas Pangeran.***

 

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

4 Destinasi Alam Tersembunyi Likupang yang Wajib Dikunjungi

27 November 2021 - 15:50 WIB

Likupang

Ini Syarat Perjalanan ke Luar Kota Saat PPKM Level 3 Nataru

25 November 2021 - 16:37 WIB

Nataru

Ciptakan Regenerasi di Dunia Pariwisata, LGE Gelar Kompetisi Tradisional Mocktails

24 November 2021 - 15:39 WIB

Tradisional Mocktails

Marriott International Perkenalkan Website Terbaru dengan Bahasa Indonesia

24 November 2021 - 13:34 WIB

Marriott International

Berburu Foto Selfie, Wisatawan Puncak Panjat Tebing Penahan Longsor

22 November 2021 - 17:30 WIB

tembok penahan longsor

Wow…! Jerman Pertimbangkan Legalkan Ganja untuk Rekreasi

20 November 2021 - 17:08 WIB

Trending di Wisata

Sorry. No data so far.