Peringati Hari Guru Nasional, SMPN 2 Pamijahan Gelar Roots Day

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Kabupaten Bogor · 25 Nov 2021 16:12 WIB

Peringati Hari Guru Nasional, SMPN 2 Pamijahan Gelar Roots Day


 SMPN 2 Pamijahanan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menggelar Hari Unjuk Informasi dan Kreasi tentang Pencegahan Perundungan di Sekolah (Roots Day), pada Kamis 25 November 2021. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

SMPN 2 Pamijahanan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menggelar Hari Unjuk Informasi dan Kreasi tentang Pencegahan Perundungan di Sekolah (Roots Day), pada Kamis 25 November 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Peringati Hari Guru Nasional, SMPN 2 Pamijahanan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menggelar Hari Unjuk Informasi dan Kreasi tentang Pencegahan Perundungan di Sekolah (Roots Day), pada Kamis 25 November 2021.

Roots Day berisi kegiatan dari para siswa yang menampilkan aksi dari agen perubahan dalam bentuk drama, musikali puisi, pembacaan puisi, tarian, dan tulisan harapan di kotak harapan.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 2 Pamijahan, Suprapti Kustariyah menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan aksi dari Agen Perubahan Anti Perundungan (APAP).

Ia juga menambahkan, sebelum digelarnya kegiatan tersebut telah adanya pelatihan terlebih dahulu selama sepuluh pertemuan yang didanai dari dana bantuan Pemerintah.

Tak hanya itu, Suprapti juga menyebutkan bahwa, perundungan yang bisa terjadi di sekolah salah satunya mengejek karena fisik, serta ada yang merasa sok jagoan sehingga bisa merendahkan temannya.

“Dengan adanya agen perubahan yang perekrutannya dari hasil angkatan yang diberikan kepada anak-anak maka anak yang terpilih merupakan pilihan anak-anak. Penentuan anggota agen perubahan sebanyak 30 orang yang mewakili dari kelas 7, 8 dan 9. Dengan adanya agen perubahan ini kasus-kasus perundungan bisa diketahui, sehinga bisa segera diselesaikan,” kata Suprapti Kamis 25 November 2021.

Kegiatan tersebut menurut Suprapti bertujuan agara seluruh siswa mengenal dan mengetahui tentang perundungan.

Apabila ada yang mengalami perundungan mereka dapat melaporkan, karena teman mereka siap mendukung hal tersebut.

“Sehingga anak-anak akan berkembang secara harmonis dalam berteman, tentunya dalam belajar lebih maksimal. Penumbuhan dan penguatan karakter menjadi tujuan seiring dengan berkembangnya kecerdasan anak-anak,” tambahnya.

Lanjutnya, program pencegahan perundungan ini diberikan kepada sekolah-sekolah penggerak.

“Dengan adanya APAP diharapkan perundungan tidak ada lagi di sekolah. Sehingga pembentukan karakter anak-anak lebih cepat dan menonjol,” pungkasnya.(Irfan Ramadhan)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hati-hati Bocah Kecil Jadi Sasaran Penjambret Handpone

29 November 2021 - 09:56 WIB

Kades Berharap Perbaikan Jalan Letnan Sukarna Ciampea Diprioritaskan

28 November 2021 - 17:24 WIB

Jalan Letnan Sukarna

Ade Yasin optimis, Kabupaten Bogor bisa PPKM Level 1

28 November 2021 - 16:00 WIB

ppkm level 1

Antisipasi Klaster Baru Pasca Nataru, Polda Jabar Tetapkan Sistem Ganjil Genap

28 November 2021 - 09:59 WIB

Sistem Ganjil Genap

Ade Yasin: Peran Ulama Sangat Penting dalam Mengajak Masyarakat untuk Divaksin

28 November 2021 - 08:00 WIB

Ulama

Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target

27 November 2021 - 16:48 WIB

DP3
Trending di Kabupaten Bogor

Sorry. No data so far.