RLTH Tak Kunjung Rampung, DPS Panggil Lurah Pasir Jaya

Menu

Mode Gelap
Bansos Tak Tepat Sasaran, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa Pacu Adrenalin, Wisata Air Curug Kiara Cocok Jadi Pilihan Yuk Rajin Periksakan Gigi ke RSUD Kota Bogor! Punya Modal Arsitek dan Kepala Daerah, Ridwan Kamil Digadang Jadi Kepala IKN Kota Bogor Terus Lanjutkan Vaksinasi Booster

TERKINI ยท 25 Nov 2021 20:36 WIB

RLTH Tak Kunjung Rampung, DPS Panggil Lurah Pasir Jaya


 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang tak kunjung rampung dari tahun 2020, Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani panggil Lurah Pasir Jaya, Susan pada Kamis 25 November 2021.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang tak kunjung rampung dari tahun 2020, Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani panggil Lurah Pasir Jaya, Susan pada Kamis 25 November 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani panggil Lurah Pasir Jaya, Susan terkait persoalan program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang tak kunjung rampung dari tahun 2020.

Lurah Pasir Jaya, Susan bersama jajarannya datang ke Gedung DPRD Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Pemuda No.25, RT 01/RW 06, Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, untuk memenuhi panggilan dari Komisi lV DPRD Kota Bogor, Kamis 25 November 2021.

Devie Prihatin Sultani mengungkapkan, persoalan masih sama dengan tahun 2019 – 2020 dimana saat itu ia turun ke wilayah Pasir Jaya ada beberapa rumah yang betul harus di renovasi atau mendapatkan RTLH. Dan ternyata sampai tahun 2021, saat di cek ke Disperumkim Kota Bogor itu tidak ada datanya.

“Ternyata hasilnya masih seperti ini, ada apa? Artinya ada sesuatu yang salah dengan pergantian Lurah baru ini,” kata Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani kepada wartawan di ruang fraksi.

DPS sapaan akrabnya menyatakan, anggota dewan itukan pengesah anggaran dan dilakukan pelaksananya oleh eksekutif. Sementara wakil rakyat berjuang untuk masyarakat, lalu teman-teman di bawah seperti ini, mau ngapain?.

“Berarti saya pikir mereka tidak tau tugasnya sebetulnya apa,” tegasnya.

“Saya ingatkan juga kepada mereka bahwa kita ini di gaji oleh pajak warga Kota Bogor, termasuk warga miskin, mereka bayar pajak,” sambungnya.

Dirinya meminta kepada Sekretaris Lurah (Seklur) Kelurahan Pasir Jaya, Teguh Setyawan agar diajukan kembali warga yang dari tahun 2020 seharusnya mendapatkan bantuan RTLH di tahun 2021 ini. Nanti akan di kawal di Disperumkim nanti.

“Karena saya rasa bu Lurah tidak mengerti apa-apa, bu lurah itu mungkin sudah capek, mungkin sepertinya dia mau cuti panjang, atau mau pensiun dini, saya tidak tau,” cetus DPS dengan nada kesal.

Dari data warga yang pertama, kata DPS, ada lima rumah yang terealisasi baru satu (Efa Fatimah), kemudian ada tujuh belum yang terealisasi sama sekali.

“Berarti semuanya 12 rumah di tahun 2020, harusnya terealisasi sekarang, ini sudah mau habis, bahkan anggaran sudah habis,” jelasnya.

Terlebih lagi Devie Prihatin Sultani melihat susahnya berkomunikasi dengan bu lurah.

“Saya lihat kalo ini, komunikasi kurang baik dan bu Lurah juga tidak mengerti, bahwa kita (dewan) ini mitra kerja,” ujarnya.

“Saya sulit sekali berkomunikasi dengan Lurah ini, kalau saya WhatsApp bisa dua tiga hari tidak dibaca. kalau saya telepon baru diangkat, padahal kita mitra, bagaimana kalo komunikasi susah?,” paparnya.

Politisi partai Nasdem juga mengajak kepada Lurah, Seklur, operator, Kemas dan semua jajaran di bawah untuk menyamakan persepsi.

“Saya minta dirubah mindsetnya jangan lagi gaya-gaya lama, tidak adalagi mentang-mentang PNS, dateng pukul 07.00 WIB – 16.00 WIB sudah bubar. Lalu pukul 10.00 WIB sudah hilang, tidak lagi begitu,” ungkapnya.

Sementara itu, Seklur Kelurahan Pasir Jaya, Teguh Setyawan menyampaikan, pertemuan dengan anggota dewan khusunya Devie Prihatin memang ada sedikit miskomunikasi terkait usulan RLTH tahun 2020 yang belum terealisasi.

“Setelah pertemuan ini mungkin nanti kita akan ajukan kembali yang tadi belum terealisasi, tapi dengan tahapannya,” ujarnya.

Untuk kendala, Teguh menjelaskan, sebenarnya itu sudah di ajukan tetapi ada beberapa di kembalikan lagi proposal nya dari Disperumkim karena ada yang kurang.

“Harapan dari dewan, kita bisa mengajukan kembali dari warganya, mengajukan kembali proposal,” pungkasnya. (Ibnu Galansa Montazerry)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kisah Ibu Kota Negara Tetangga, Pemerintah Belajar Dari Myanmar

22 Januari 2022 - 12:24 WIB

Negara

Gempa Bumi Guncang Melonguane Sulawesi Utara dengan 6,1 Magnitudo

22 Januari 2022 - 11:38 WIB

susulan

Cek Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Sabtu 15 Januari 2022

15 Januari 2022 - 06:44 WIB

lokasi

Prakiraan Cuaca Bogor Hari ini, Diprediksi Hujan Sedang Hingga Malam Hari

15 Januari 2022 - 06:38 WIB

Kota Bogor Akan Cerah Berawan

Rem Blong, Mobil Box Tabrak Dua Penggendara Sepeda Motor

7 Januari 2022 - 17:19 WIB

Mobil Box

Danrem 061/Sk Pantau Pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya dan Patroli Gabungan PAM Pergantian Tahun 2022

2 Januari 2022 - 10:35 WIB

Operasi lilin lodaya
Trending di TERKINI