Yandri Susanto Minta ASN Penerima Bansos Harus Ditindaklanjuti

Menu

Mode Gelap
Muhammad Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham, Meninggal Dunia Buset, Mercy Bodong dengan Sopir Tak Ber-SIM Lawan Arah Tol Tabrak 3 Mobil Usai Lantik Pengurus Baru, AMSI Gelar Seminar Media Siber Sehat Ade Yasin Klaim Vaksinasi Kabupaten Bogor Sudah Lampaui Target Polisi Selidiki Video Mesum Durasi 35 Detik Diduga Dua Pelajar

Tokoh · 22 Nov 2021 16:29 WIB

Yandri Susanto Minta ASN Penerima Bansos Harus Ditindaklanjuti


 Ilustrasi bansos.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi bansos.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap data puluhan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi penerima bantuan sosial (bansos).

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menegaskan, masalah ASN yang menerima bansos dari Kemensos tersebut harus segera ditindaklanjuti. Di sisi lain, Yandri mengingatkan agar Kemensos segera memperbaiki data penerima bansos yang dikelolanya.

“Apa yang disampaikan Bu Risma (Menteri Sosial) itu harus segera ditindaklanjuti dan pihak Kemensos harus segera memperbaiki data yang sudah ada, dengan mengeluarkan orang-orang yang tidak pantas menerima bansos,” kata Yandri kepada awak media, Senin 22 November 2021.

Yandri mengatakan Kemensos dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, di antaranya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bikrokrasi (PAN-RB), Kementerian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga kepala daerah untuk menangani permasalahan tersebut.

“ASN tuh kan ada dua sekarang, pegawai pusat sama daerah. Nah, kalau pusat mungkin cukup melalui MenPAN-RB sama BKN. Tapi yang pegawai daerah itu perlu kerja sama dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” pungkas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini sembari menilai langkah efektif dapat dilakukan melalui Kemendagri.

Yandri menyebut Mendagri bisa membuat surat terhadap ASN atau PNS yang menerima bansos untuk melapor.

“Paling efektif tentu minta peran langsung dari Mendagri untuk membuat surat edaran atau surat imbauan atau pengumuman atau surat perintah, ya terserah. Intinya ini harus segera atasi ASN di mana pun, apakah ASN pegawai pusat maupun ASN pegawai daerah, dengan sadar diri melapor,” sebut Yandri.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Banten II itu menyebut perlu adanya pengumuman terbuka terhadap para ASN untuk segera melapor agar dikeluarkan dari data penerima bansos. Bila tidak melapor, Yandri menilai, ASN dapat diberi sanksi.

“Mengumumkan secara terbuka bagi ASN yang masih menerima bansos untuk segera melapor dan dikeluarkan dari data penerima bansos. Apabila ASN tersebut tidak melakukan yang sudah diputuskan oleh MenPAN-RB, Kemensos dan BKN ya tentu mungkin ada sanksinya,” terang Yandri.***

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Terpilih Lewat Aklamasi, M Abdul Mukhtar Pimpin Koordinator Pusat BEM RI

28 November 2021 - 07:30 WIB

Pusat Bem

Ketua DPW Hanura Jabar Dukung Ridwan Kamil Jadi Capres 2021

27 November 2021 - 20:44 WIB

Hanura jabar

Rayakan 50 Tahun Pernikahan, Luhut: Saya Berutang Banyak ke Istri

27 November 2021 - 16:04 WIB

pernikahan Luhut

Atang Harap Pemkot Bangun Pendidikan dan Kesehatan dari BLBI

26 November 2021 - 15:28 WIB

Dari BLBI

Sapta Bela Hadiri Pelantikan Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Bogor

25 November 2021 - 19:54 WIB

Ketua Pemuda Katolik

Tinjau Pelayanan Drive Thru Disdukcapil, Fajari: Sangat Mempermudah Warga

24 November 2021 - 20:34 WIB

Layanan drive thru
Trending di Tokoh