Dampak Covid-19, Amerika Dihantui Resesi Seks

Menu

Mode Gelap
Bansos Tak Tepat Sasaran, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa Pacu Adrenalin, Wisata Air Curug Kiara Cocok Jadi Pilihan Yuk Rajin Periksakan Gigi ke RSUD Kota Bogor! Punya Modal Arsitek dan Kepala Daerah, Ridwan Kamil Digadang Jadi Kepala IKN Kota Bogor Terus Lanjutkan Vaksinasi Booster

Kesehatan ยท 7 Des 2021 07:28 WIB

Dampak Covid-19, Amerika Dihantui Resesi Seks


 Ilustrasi. freepik Perbesar

Ilustrasi. freepik

Bogordaily.net – Makin banyak pasangan muda ogah berhubungan seks, menikah, dan punya anak. Hal itu mengakibatkan Amerika Serikat mulai dibayangi ‘resesi seks’.

Memutuskan untuk memiliki bayi saat ini bergantung pada optimisme tentang masa depan dan optimisme sulit dikerahkan selama pandemi. Saat ini makin banyak pasangan menunda atau bahkan tidak ingin memiliki anak.

Dikutip dari BBC, fenomena ‘resesi seks’ berujung pada penurunan angka kelahiran. Faktanya, Brookings Institute memperkirakan bahwa 300 ribu bayi tidak lahir di AS akibat pandemi COVID-19.

Tingkat kesuburan, atau jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita, menurun secara global. Jika jumlahnya turun di bawah kira-kira 2,1, maka ukuran populasi di suatu negara ikut turun.

Lebih banyak kakek-nenek daripada cucu
Dalam beberapa dekade, ahli demografi memperkirakan akan ada lebih banyak kakek-nenek daripada cucu imbas dari penurunan angka kelahiran.

“Di masa mendatang hanya akan ada sedikit anak-anak dan banyak manula, dan ini akan sangat sulit untuk mempertahankan masyarakat global,” kata Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington, Christopher Murray.

“Coba pikirkan dampak sosial dan ekonomi pada masyarakat di mana jumlah kakek-nenek lebih banyak daripada jumlah cucu-cucu,” lanjutnya.

Penurunan angka kelahiran berarti di masa depan, populasi orang tua akan lebih banyak dari usia produktif. Pada negara yang angka kelahirannya rendah, pemerintah harus memikirkan cara merawat populasi yang kebanyakan sudah lanjut usia.***

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Operasi Skoliosis Oleh Ahlinya Hanya di RSOP Ciamis

24 Januari 2022 - 11:27 WIB

Operasi Skoliosis

Yuk Rajin Periksakan Gigi ke RSUD Kota Bogor!

24 Januari 2022 - 10:38 WIB

Periksakan Gigi

Efek Tidur Pakai Kipas Angin, Bisa Kena Bell’s Palsy

24 Januari 2022 - 08:01 WIB

Kipas angin

Studi Terbaru Bawa Kabar Tak Enak Soal Sinovac

23 Januari 2022 - 03:14 WIB

Temuan Baru, Varian Omicron Bisa Sebabkan Sakit Telinga

22 Januari 2022 - 19:29 WIB

WHO : Remaja Tak Perlu Diberi Vaksin Booster

22 Januari 2022 - 14:47 WIB

WHO rapat darurat varian baru covid-19
Trending di Kesehatan