Edan! Seorang Pendeta Mencabuli 6 Siswi SD di Medan

Menu

Mode Gelap
Geger! Instagram Mendiang Vanessa Angel Mendadak Hilang Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka

Nasional · 30 Des 2021 09:39 WIB

Edan! Seorang Pendeta Mencabuli 6 Siswi SD di Medan


 Ilustrasi (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Seorang pendeta bernama Benyamin Sitepu divonis hukuman penjara 10 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara atas kasus pendeta mencabuli 6 siswi sekolah dasar Galilea Hosana School, Medan.

Selain hukuman penjara, Benyamin yang merupakan kepala sekolah di SD tersebut juga dikenakan denda senilai Rp60 juta.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp60 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan 3 bulan kurungan,” ujar majelis hakim yang diketuai Zufida Hanum, Rabu 29 Desember 2021

Vonis 15 tahun penjara yang diterima Benyamin lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut 15 tahun penjara dalam persidangan sebelumnya, Senin 13 Desember 2021.

Dalam persidangan, majelis hakim menyatakan Benyamin bersalah dan terbukti secara sah dengan sengaja melakukan ancaman kekerasan dan memaksa pencabulan terhadap 6 siswi muridnya.

Benyamin terbukti melanggar Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang jo Pasal 65 KUHP.

“Selain itu beberapa dari tindakan cabul terdakwa dilakukan di ruang kepala sekolah. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, Benyamin kemudian mengancam para korban untuk tidak menceritakan perbuatannya kepada orang tua dan orang lain. Ada juga perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa di hotel,” ujar hakim Zufida.

Sementara itu, kuasa hukum para korban mengatakan mereka berharap jaksa banding dan bisa memberikan hukuman yang lebih berat.

“Terdakwa pantas menerima hukuman yang lebih berat. Antara lain karena korbannya lebih dari satu dan perbuatan cabul terdakwa yang seorang pendidik dilakukan di sekolah. Karenanya kita berharap jaksa banding atas putusan ini,” ujar Ranto Sibarani usai persidangan.***

Artikel ini telah dibaca 700 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Hore, Penumpang Kereta Jarak Jauh yang Sudah Vaksin Kedua Tak Perlu Tes Antigen

18 Mei 2022 - 19:50 WIB

Mulai Hari Ini, OJK Terbitkan Aturan Baru Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan 

18 Mei 2022 - 19:30 WIB

OJK

Waspada! Kasus Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Bertambah Menjadi 14

18 Mei 2022 - 19:08 WIB

Hepatitis akut misterius

Ngeri, Detik-detik Bus Rombongan Takziah Terbalik di Sleman, Puluhan Luka-luka 1 Tewas

18 Mei 2022 - 17:35 WIB

Sekolah di Swasta, Siswa Miskin Jabar Dapat Bantuan Rp2,7 Juta/tahun

18 Mei 2022 - 17:20 WIB

Tak Bayar THR, Dunkin Donuts Resmi Dilaporkan

18 Mei 2022 - 17:02 WIB

Trending di Nasional