Ternyata Ini Alasan Mendagri Tito Karnavian Batalkan PPKM Level 3

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Nasional · 8 Des 2021 22:00 WIB

Ternyata Ini Alasan Mendagri Tito Karnavian Batalkan PPKM Level 3


 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan alasan mengapa penyebutan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 menjelang perayaan Natal dan tahun baru batal.

“Tolong hindari bahasa (PPKM) level 3. Kenapa, karena tidak semua daerah itu sama tingkat kerawanan pandemi COVID-19-nya, tidak semua daerah sama,” kata Mendagri Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu 8 Desember 2021.

Selain itu, Mendagri Tito menjelaskan World Health Organization (WHO) telah membuat empat level tingkat penilaian risiko untuk COVID-19.

Baca juga: Gelombang Keempat Covid-19, Jerman Catatkan Kematian Harian Tertinggi Sejak Februari

Indonesia, kata Mendagri, masuk dalam kategori low atau rendah dari berbagai indikator, di antaranya kasus terkonfirmasi COVID-19 dan bed occupancy ratio (BOR) yang terkendali.

“Kita bersyukur atas itu, sehingga Bapak Presiden memberikan arahan agar kita tidak menerapkan (PPKM) level 3 tapi membuat pengaturan spesifik mengenai antisipasi atau penanganan penanggulangan pandemi COVID-19 di masa Nataru,” katanya.

Selain itu, alasan lainnya tidak menggunakan istilah PPKM level 3 yakni karena situasi pandemi COVID-19 sangat dinamis, termasuk di berbagai daerah.

Karenanya, penggunaan istilah ini respons dari situasi dinamis tersebut.

“Kita tidak bisa konsisten membuat pengaturan pandemi COVID-19 ini karena yang kita hadapi situasi dinamis, dinamikanya bukan mingguan sebetulnya, harian, bahkan jam, tapi kita mengaturnya mingguan, sehingga perubahan pengaturan sudah kita lakukan berkali-kali sejak awal pandemi,” ujarnya.

Di lain sisi, Mendagri mengatakan pembatasan-pembatasan spesifik akan dilakukan saat pelaksanaan Natal dan tahun baru yang berlangsung dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Pembatasan spesifik sebagian mengadopsi substansi yang diatur dalam sistem PPKM level 3 dengan beberapa perubahan penting.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Ternyata Mudah, Ini Cara Menolak Masuk Grup WhatsApp

28 September 2022 - 17:01 WIB

Menolak grup WhatsApp

Dua Eks Pegawai KPK Jadi Pengacara Ferdy Sambo dan Putri, Ini Alasannya

28 September 2022 - 16:33 WIB

Tadinya Mau Dijual, Benda Menyerupai Granat Meledak di Rumah Warga

28 September 2022 - 14:59 WIB

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Gabung Jadi Tim Kuasa Hukum Putri Chandrawathi

28 September 2022 - 14:47 WIB

Eks Jubir KPK

Tahun Ini, BPKB Jadi Elektronik

28 September 2022 - 13:35 WIB

BPKB Elektronik

Call Links, Fitur Baru WhatsApp Bisa Ngobrol Satu Komplek

28 September 2022 - 10:18 WIB

Trending di Nasional