Waduh, Peternak di Pasuruan Kesulitan Akses Jagung

Menu

Mode Gelap
Bansos Tak Tepat Sasaran, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa Pacu Adrenalin, Wisata Air Curug Kiara Cocok Jadi Pilihan Yuk Rajin Periksakan Gigi ke RSUD Kota Bogor! Punya Modal Arsitek dan Kepala Daerah, Ridwan Kamil Digadang Jadi Kepala IKN Kota Bogor Terus Lanjutkan Vaksinasi Booster

Nasional · 1 Des 2021 21:30 WIB

Waduh, Peternak di Pasuruan Kesulitan Akses Jagung


 Waduh, Peternak di Pasuruan Kesulitan Akses Jagung Perbesar

Bogordaily.net – Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI mendapati informasi, peternak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur masih kesulitan mengakses komoditi jagung untuk pakan ternak. Harganya yang mahal membuat para peternak tidak mampu meningkatkan produksinya.

Anggota Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam mengatakan, harga jagung yang tinggi tentu menguntungkan petani. Namun, di sisi lain, harga tersebut menyulitkan para peternak yang membutuhkan jagung untuk bahan baku pakan.

Di sinilah butuh penengah yang diperankan pemerintah agar kesenjangan ini bisa diatasi.

“Pemerintah harus hadir, karena kata pemerintah jagung ini surplus. Logikanya kalau suplus harga, kan, stabil tidak terlalu mahal seperti ini,” kata Ibnu saat mengikuti pertemuan Tim Kunspek Komisi IV DPR RI dengan para peternak dan petani jagung di Balai Penyuluhan Pertanian, Wonorejo, Pasuruan, Jatim, Selasa 30 November 2021.

pasuruan

Anggota Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam saat mengikuti pertemuan Tim Kunspek Komisi IV DPR RI dengan para peternak dan petani jagung di Balai Penyuluhan Pertanian, Wonorejo, Pasuruan, Jatim, Selasa 30 November 2021. (Husen/Bogordaily.net)

Sementara itu, persoalan yang membelit para petani adalah akses pupuk subsidi yang masih sulit didapat. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, tanaman jagung justru sangat membutuhkan pupuk yang masif.

Ketika pupuk subsidi sulit didapat, akhirnya membeli pupuk non-subsidi yang sangat tinggi harganya. Bila pupuk non-subsidi tak terbeli, para petani menggunakan tetes tebu sebagai pupuk.

“Pupuk untuk tanaman pangan ini relatif sulit. Apalagi jagung itu rakus pupuk. Petani pun melakukan inisiasi untuk memupuk itu dengan tetes tebu. Tapi tetes tebu merusak unsur hara tanah,” ungkap Ibnu lagi. Begitulah lingkaran persoalan yang membelit para petani dan peternak di Pasuruan, Jatim.***

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Bansos Tak Tepat Sasaran, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa

24 Januari 2022 - 11:09 WIB

Bansos Tak Tepat Sasaran

Presiden Akan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara di Muara Enim

24 Januari 2022 - 09:32 WIB

groundbreaking

Takut Omicron Serang Anak-Anak, Evaluasi Lagi PTM!

24 Januari 2022 - 04:26 WIB

Kesiapan Warga Sekolah

Waspada Lonjakan Kematian Gara-Gara Omicron

23 Januari 2022 - 21:12 WIB

Ini Cara Memanfaatkan Jalur Penyelamat, Antisipasi Rem Blong

23 Januari 2022 - 19:06 WIB

Kasus Harian Covid-19 Tembus 3 Ribu, Komisi IX Ingatkan Pemerintah Hal Ini

23 Januari 2022 - 18:37 WIB

Kasus Harian Covid-19
Trending di Nasional