Menko Airlangga Sinkronisasi Kepentingan Regional dan Global

Menu

Mode Gelap
Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka Diduga Nikah Sirih, Viral Tersebar Buku Nikah Al Ghazali dan Pacar

Ekonomi · 28 Jan 2022 11:04 WIB

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Menko Airlangga Sinkronisasi Kepentingan Regional dan Global


 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Percepatan pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2022 diakselerasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan mensinkronisasi kepentingan regional dan global.

Pasalnya, Airlangga melihat perekonomian global saat ini menghadapi tantangan pemulihan yang tidak merata dan ketidakpastian global, yang berdampak pada perekonomian negara berkembang dan maju, baik bagi negara anggota G20 maupun di luar G20.

Sehingga, Airlangga berusaha menjadikan momentum Presidensi G20 tahun 2022 sebagai batu loncatan bagi Indonesia dan negara anggota di dalamnya untuk memperbaiki performa pertumbuhan ekonominya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Forum Business20 (B20) yang dapat mendukung G20 agar dapat mencapai pertumbuhan yang inklusif.

Karena menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, Forum Business 20 (B20) harus dapat menjembatani antara konsep dan ide dengan aksi nyata, sehingga G20 dapat diimplementasikan secara konkret.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi media diskusi antara Pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat regional maupun global, untuk mengkomunikasikan strategi untuk memastikan percepatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022,” ujar Airlangga dikutip dari RMOL, Jumat 28 Januari 2022.

Selain itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini juga menekankan soal diperlukannya cara-cara untuk mencapai keseimbangan antara pemulihan dari pandemi dan pemulihan ekonomi.

Menurutnya, pembukaan kembali kegiatan ekonomi, bisnis dan masyarakat perlu diiringi dengan diperkuatnya sistem kesehatan dalam mengendalikan penyebaran virus.

Sebab, pandemi menegaskan bahwa pengambilan kebijakan terkait kesehatan yang tepat sasaran akan menopang ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kebijakan kesehatan yang lebih kuat adalah kunci exit strategy,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam kaitannya dengan pengembangan digitalisasi, Indonesia mengajak negara anggota G20 untuk meningkatkan upaya, dalam memastikan transformasi digital berlangsung, karena inovasi dan teknologi akan bermanfaat bagi yang dapat mengelolanya.

Airlangga menyatakan, forum B20 diharapkan dapat berbagi pengetahuan tentang bagaimana mempersiapkan pekerja dan sumber daya manusia untuk pekerjaan di masa depan.

Dengan demikian, dunia usaha dan Pemerintah harus dapat bersinergi dan yang tidak kalah penting adalah agar pada Forum B20, setiap negara harus dapat mengesampingkan perbedaan politik serta meningkatkan kerjasama dengan anggota B20 lainnya.

“Kita juga perlu bermitra dengan sektor bisnis untuk memastikan pemulihan yang lebih hijau. Tanpa dukungan keuangan yang nyata dan berkelanjutan, kita mungkin tidak dapat mencapai target ‘emisi nol bersih global’ pada pertengahan abad ini, di tahun 2060,” demikian Airlangga.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ingin Memulai Usaha? Inidia Ide Usaha Rumahan yang Patut Dicoba

18 Mei 2022 - 06:19 WIB

ide usaha rumahan

Imbas Konflik, Neraca Perdagangan RI dengan Rusia dan Ukraina Defisit

17 Mei 2022 - 21:37 WIB

rusia dan ukraina

Impor April 2022 Lesu, Kepala BPS Ungkap Ada Pola Penurunan

17 Mei 2022 - 21:31 WIB

Dear Emak-Emak, Ini Cara Membeli Minyak Goreng Rakyat Rp14.000 per Liter  

17 Mei 2022 - 16:46 WIB

Menteri Teten Ajak Aktivis & Penggiat NGO Dialog Mendorong Sejuta Wirausaha Baru

17 Mei 2022 - 08:05 WIB

Tak Ada Lagi BI Checking, Ini Dia Penggantinya

16 Mei 2022 - 23:01 WIB

Trending di Ekonomi