Anggota Koperasi Simpan Pinjam Luapkan Amarah di Kantor KSB

Menu

Mode Gelap
Geger! Instagram Mendiang Vanessa Angel Mendadak Hilang Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka

Ekonomi ยท 20 Jan 2022 16:24 WIB

Anggota Koperasi Simpan Pinjam Luapkan Amarah di Kantor KSB


 Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama Cabang Bogor, Menggelar Aksi Demo. (Anggita/Bogordaily.net) Perbesar

Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama Cabang Bogor, Menggelar Aksi Demo. (Anggita/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama cabang Bogor, luapkan amarah dengan menggelar aksi demo menuntut hak pencairan uang mereka.

Aksi tersebut dilakukan lantaran hingga saat ini, tidak ada kejelasan dari pihak manajemen KPS.

Sambil membawa alat demo mulai dari spanduk hingga pengeras suara, aksi berlangsung di depan kantor KSP Sejahtera Bersama, Jalan Padjajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis 20 Januari 2022.

“Kami sudah menunggu dan bersabar selama 2 tahun dengan segala macam janji yang diberikan agar uang para anggota segera dikembalikan. Padahal kami selalu berusaha mentaati peraturan yang dibangun oleh Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang skema homologasi. Namun sampai sekarang tidak ada realisasi sepenuhnya, amarah kami memuncak” ucap salah satu anggota KSPSB, Irwansyah kepada awak media.

Menurut Irwansyah, keputusan PKPU itu anggota koperasi dijaring, diupayakan supaya terlibat menjadi penagih kepada pengurus dan pengawas koperasi.

Kendati demikian, sebenarnya ini adalah rekayasa permainan. Tidak ada urusannya anggota koperasi terhadap PKPU.

Masalahnya PKPU, lanjut Irwansyah, terbangun karena ada dua tuntutan perusahaan. “Teman-teman anggota digiring, didata bayangkan simpanan kami menjadi tagihan. Dari mana rumusnya. Koperasi itu enggak ada rumusnya anggota jadi kreditur. Enggak ada. Ini yang perlu jadi perhatian,” jelasnya.

Menurut keputusan PKPU, kata Irwansyah, ada 54 ribu orang anggota se-Indonesia itu terhimpun tagihan, dan yang harus mereka bayarkan adalah 8,6 triliun.

“8,6 trilium itu baru diwakilkan oleh 54 ribu anggota. Artinya, lebih banyak lagi lebih dari 8,6 triliun kalau semua anggota didata. Semua anggota 181 ribu anggota. Jadi yang masuk PKPU itu 54 ribu untuk tagihannya 8,6 triliun,” tandasnya.

 

(Ibnu Galanska Monztazery)

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Mau Diterima Kerja? Ini Tips Lolos Seleksi Rekrutmen Pegawai BUMN

18 Mei 2022 - 23:01 WIB

Bayar Tol Tak Lagi Pakai Kartu, Ini Penggantinya

18 Mei 2022 - 21:27 WIB

Forum Kewirausahaan Sosial Siap Dukung Percepatan 1 Juta Wirausaha Baru

18 Mei 2022 - 21:14 WIB

Kenaikan Tarif KRL Commuter Jakarta-Bogor Tunggu Kajian Wacana

18 Mei 2022 - 17:11 WIB

Lepas Masker Jadi Titik Balik Industri Transportasi

18 Mei 2022 - 16:54 WIB

Luar Biasa! BRI Jadi Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia oleh Forbes Global 2000

18 Mei 2022 - 14:35 WIB

Trending di Ekonomi